Modal Rp 3 Juta, Kini Punya Lima Pegawai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

JAGA KUALITAS: Suharsono tetap terlibat langsung mencuci motor pelanggannya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAGA KUALITAS: Suharsono tetap terlibat langsung mencuci motor pelanggannya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Suharsono adalah pensiunan pegawai PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Ia termasuk pria yang peka menangkap peluang bisnis. Berawal dari iseng membuka jasa cuci motor, sekarang malah mendatangkan rezeki berlimpah. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

DILIHAT secara fisik, usaha jasa cuci motor tampak remeh. Namun bisnis ini tak mengenal musim. Saat musim hujan maupun kemarau, bisnis cuci motor tetap ramai. Salah satu pelaku bisnis ini adalah Suharsono, 60. Pria sederhana itu merupakan sosok yang ulet dan telaten. Meski usianya tidak muda lagi, ia terus mengasah insting bisnis di usia senja.

Alih-alih mengisi kegiatan sembari menikmati masa pensiun sebagai pegawai PT Kereta Api Indonesia, Suharsono membuat usaha mandiri yang diberi nama Cuci Motor ”Joss” di Jalan Veteran Semarang. Dia memanfaatkan halaman rumahnya yang teduh oleh rimbunnya daun akasia sebagai tempat usahanya tersebut.

”Hanya iseng-iseng saja. Ceritanya dulu saya hobi bersih-bersih motor di depan rumah, muncullah ide bikin jasa cucian motor. Eh ternyata laku,” kata Suharsono saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/7).

Setiap harinya, Suharsono mampu mendapatkan 50-80 konsumen. Biaya cuci motor Rp 12 ribu untuk cuci salju biasa. Fasilitasnya poles turtle dan semir ban. Sedangkan untuk motor gede (Moge) kapasitas di atas 250 CC biayanya Rp 16 ribu. ”Omzetnya ya lumayan, kurang lebih Rp 15 juta per bulan. Sekarang sudah dibantu oleh lima karyawan,” kata pria asal Bantarsoka, Purwokerto Barat, Banyumas ini.

Kendati demikian, Suharsono dengan pakaiannya yang sederhana, tetap saja terjun langsung untuk terlibat mencuci motor. ”Kalau hari biasa rata-rata 50 motor. Akhir pekan atau hari libur biasa mencapai 80 motor,” ujar Suharsono yang purna tugas di PT KAI sejak 2011 lalu ini.

Menurutnya, jasa cuci motor merupakan bisnis yang tidak pernah ada istilah rugi. Hanya butuh insting, memulai dan mengelolanya saja. ”Saya menjalankan usaha ini hanya iseng dengan modal cuma Rp 3 juta. Improvisasi saja, sering ngobrol sama teman, lalu diterapkan. Bisnis cuci motor tuh enggak ada istilah rugi. Kalau enggak laku ya dipakai cuci motor sendiri,” ujarnya sembari bercanda.

Diakui, dalam usaha jasa, lanjut dia, hal terpenting adalah kualitas pelayanan. Konsumen harus puas dengan jasa yang diberikan. ”Kalau cuci motor ya harus bersih-sih, kempling, dan tidak merusak cat bodi motor,” katanya.

Karena itu, ia mengaku sangat selektif dalam memilih bahan poles, dan cuci salju yang digunakan. Selain itu, diperlukan proses eksperimen dari berbagai produk bahan poles dan cuci salju terlebih dahulu agar tak mengecewakan pelanggannya. Sehingga hasil dari cucian salju tersebut berkualitas.

”Kami berusaha menjaga agar konsumen puas. Itu saja. Kalau bahan misalnya mengandung soda api, itu merusak cat,” ujarnya ditemani istri tercinta, Kus Haryati.

Selain itu, peralatan semprot juga harus terus dirawat. Rata-rata, alat semprot kalau produk Tiongkok hanya mampu bertahan satu tahun. ”Ini kan usaha kecil-kecilan, usaha ringan yang bisa disambi di rumah. Kalau hasilnya lumayan itu ya bersyukur saja,” ujar ayah dua anak ini.

Dia mengaku baru merasakan ternyata berwirausaha itu sangat menyenangkan. Bahkan, kata dia, berwirausaha itu lebih menyenangkan ketimbang menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

”Menurut saya, buka usaha mandiri itu lebih ada tantangan ketimbang jadi pegawai. Yang jelas, pengusaha itu setiap hari pegang uang, meski hanya seribu. Kalau pegawai belum pasti lho,” ujarnya sembari tertawa.

Selain itu, lanjutnya, orang yang berwirausaha memiliki peluang untuk mengembangkan pendapatan. Sedangkan kalau PNS hanya memiliki pendapatan tetap. ”Menurut saya ya enak jadi pengusaha,” tegasnya.

Hasil bisnis jasanya itu saat ini mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Baik menuntaskan kuliah anak-anaknya, hingga membeli rumah dan mobil berkat jerih payahnya mendirikan usaha cuci motor.

”Asyiknya berwirausaha itu banyak kenalan baru, tukar pengalaman dan nambah paseduluran. Di sini banyak pelanggan yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Ada polisi, PNS, pengusaha, macem-macem. Awalnya sempat malu dilihat teman, kerja kok cuci motor,” ucap pensiunan PNS Golongan III C ini.

Hal paling berkesan selama lima tahun menekuni bisnis jasa cuci motor tersebut adalah ada seorang pelanggan cewek sering datang untuk cuci motor. ”Sering guyon-guyon akrab dengan karyawan, ternyata pelanggan cewek itu sekarang jadi istri karyawan saya. Ternyata bisa juga hehe,” ceritanya sambil terkekeh. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -