25 Kejadian, 2 Tewas

368

KENDAL – Kasus kecelakaan lalulintas selama Operasi Ketupat Candi (OKC) 2015 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Terhitung selama OKC tercatat ada 25 kasus kecelakaan. Dua korban diantarannya meninggal dunia sedangkan luka berat dan luka ringan 32 orang.

Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan laka selama OKC 2014 lalu7. Jumlah kecelakaan selama arus mudik dan balik hanya 10 kasus. Tiga korban diantaranya meninggal dunia. Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko mengatakan kecelakaan didominasi pengendara sepeda motor sebagai korbannya. “Ada kenaikan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini dikarenakan jumlah pemudik yang melintas di pantura Kendal relatif mengalami kenaikan setiap tahunnya,” katanya, kemarin.

Kapolres menambahkan, tahun 2014 sebagian pemudik dialihkan ke jalur selatan sebagai dampak dari perbaikan jembatan Comal di Pemalang. Sementara tahun ini hampir pemudik melalui pantura dan jumlahnya bertambah banyak. Rata-rata penyebab kecelakaan ini akibat faktor kelelahan serta kurang berhati-hati pengendara. Tapi sepanjang arus mudik dan balik, kecelakaan lebih didominasi pemudik dari arah barat (pemudik). “Pemudik sudah mengalami kemacetan di daerah Brebes dan Tegal. Praktis karena macet, laju kendaraan tidak bisa cepat.
Sementara saat melintas di pantura Kendal tidak ada kemacetan dan jalanan lurus sehingga banyak pengendara yang memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi,” imbuhnya.

Kondisi ini kemudian memicu kecelakaan. Sebab, saat sampai di Pantura Kendal, pemudik sudah dalam kondisi lelah sehingga konsentrasi saat mengendarai kendaraan menurun. “Pengendara jadi kuran waspada,” tambahnya.

Sedangkan pemetaan lokasi rawan kecelakaan, menurut kapolres berada diwilayah Kaliwungu khususnya jalan lingkar. Di jalan ini pengendara kurang berhati-hati sehingga sering mengakibatkan kecelakaan fatal. Selain kecelakaan, data angka kriminalitas selama pelaksanaan OKC 2015 sebanyak sembilan kejadian. Kejadian tersebut yakni dua kasus pencurian dengan pemberatan dan dua penipuan. “Kasus lainnya yakni pencabulan, pembunuhan, penganiayaan, kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dan kekerasan seksual masing-masing satu kasus,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal, pihaknya saat ini masih melakukan proses terhadap kasus-kasus kriminalitas tersebut. Saat ini berkasnya masih berada di penyidik untuk dilengkapi. “Segera setelah kami lengkap berkasnya akan kami limpahkan ke kejaksaan,” katanya. (bud/fth)