Jalur Pantura 38 KM Minim Penerang

628
BUTUH LAMPU: Jalan Pantura lingkar selatan Kota Demak termasuk masih tergolong minim lampu penerang. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
BUTUH LAMPU: Jalan Pantura lingkar selatan Kota Demak termasuk masih tergolong minim lampu penerang. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Pengendara yang melintas di Jalan raya Pantura Demak mulai Sayung hingga Karanganyar (perbatasan Kudus) sepertinya harus lebih berhati-hati, terutama ketika malam. Sebab, jalan sepanjang 38 kilometer hingga kini masih minim lampu penerangan. Akibatnya, sangat membahayakan pengendara yang berlalulintas dan rawan kecelakaan. Kalaupun ada lampu, hanya pada titik tertentu dan tidak semua lampu berfungsi dengan baik.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasatlantas AKP Sonhaji mengatakan, pihaknya berharap instansi terkait dapat memasang lampu penerang di jalan raya tersebut. Menurutnya, tanpa adanya lampu penerang sangat rawan terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas). “Itu menjadi salah satu penyebab terjadinya lakalantas,” katanya, kemarin.

Untuk menekan lakalantas tersebut, Satlantas Polres Demak terus menggalakkan patroli malam hari
disepanjang jalur Pantura tersebut. Itu dilakukan baik melalui pergelaran atau penempatan anggota dititik rawan maupun imbauan lewat media spanduk dan lainnya. Menurutnya, titik rawan lakalantas berada di Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah yakni di kilometer 17.200 hingga 17.700 Semarang-Kudus.

Selain itu, di Desa Cangkring Pos, Kecamatan Karanganyar kilometer 41.800 hingga kilometer 41.900 Semarang-Kudus. Lampu penerangan yang kondisinya sangat kekurangan berada di wilayah jalan raya Gajah hingga Karanganyar. “Kalau malam sangat gelap sehingga terkadang kendaraan tidak dapat leluasa melaju dijalan tersebut,” imbuhnya.

Selain lampu, Satlantas juga melakukan operasi besar-besaran terhadap kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut orang serta truk bermuatan lebih atau overdimensi. Selain itu, merazia pengendara tanpa mengenakan helm dan sepeda motor modifikasi yang tidak memenuhi unsure keselamatan di jalan raya. (hib/fth)