Kejari Sudah Kantongi Nama Tersangka

401

PEKALONGAN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekalongan kini mengantongi nama-nama yang diindikasi terlibat dalam tindak pidana korupsi penanganan pantai dan rob di Desa Jeruksari tahun 2014. Setelah memeriksa lebih dari 20 orang saksi termasuk rekanan dan pelaksana proyek.

“Tim penyidik sudah menemukan bukti awal terjadinya dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tersebut,” kata Kajari Pekalongan, Pindo Kartikani.

Sesuai bukti awal, memang ditemukan lebih dari satu orang yang terindikasi terlibat korupsi. “Bahkan diindikasikan ada lebih dari satu nama,” terang Pindo Kartikani tanpa merinci nama-nama yang terlibat korupsi dalam pengerjaan proyek tersebut.

Namun pihaknya masih melakukan komunikasi dan konsultasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, karena pengerjaan proyeknya berkaitan dengan dua wilayah, yaitu Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Terkait kerugian negara, Kejari masih harus menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Namun hasil perhitungan sementara, nilai yang sudah dikorupsi mencapai Rp 500 juta. Pastinya masih menunggu audit BPKP,” imbuhnya.

Diungkapkan pula, saat ini tim ahli dari Unnes juga masih menghitung spek bangunan secara teknis. Namun hasilnya belum diketahui, karena masih berjalan. Hitungan sementara ada selisih pembayaran yang lebih dari Rp 500 juta dan ada pengerjaan yang tidak sesuai kontrak yang disepakati.

Seperti diketahui sebelumnya, proyek yang dikerjakan Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Sumber Air Pemali Juana melalui PPK Sungai dan Pantai I yang bekerjasama dengan kontraktor PT STN diduga ada penyimpangan.

Proyek yang menelan anggaran hingga Rp 5,15 miliar dari APBN tersebut, dikerjakan di dua wilayah yaitu Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Dan di bawah kendali Direktorat Jendral Sumber Daya Air, Kementrian Pekerjaan Umum. Dengan sasaran dua kelurahan di Kota Pekalongan, yakni Kandang Panjang dan Bandengan. Serta satu desa di Kabupaten Pekalongan, yaitu Desa Jeruksari yang selalu dilanda bencana rob. (han/ida)