Rekomendasi 15 Kepala Daerah Turun

323

SEMARANG – DPP PDIP akhirnya mengeluarkan 15 rekomendasi kepala daerah menjelang masa pendaftaran di KPUD. Dari jumlah itu, hampir semua ada kader PDIP berkoalisi dengan sejumlah parpol. Meski begitu, masih tersisa 6 daerah yang masih belum diturunkan rekomendasinya.

Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan, dari 15 rekomendasi yang keluar semua berkoalisi dengan parpol lain. Meski begitu, tetap ada kader partai yang maju dalam Pilkada Desember mendatang. Saat ini masih menunggu enam daerah yang masih proses finalisasi rekomendasi dari DPP. ”Sudah 15 yang turun rekomendasinya, yang enam menyusul,” katanya saat jumpa pers di Panti Marhaen Semarang, kemarin.

Agustina menambahkan, untuk enam daerah yang belum turun saat ini masih dalam proses penggodokan di pusat. Yakni Wonogiri, Sragen, Klaten, Wonosobo, Demak, Purbalingga. Sebab, PDIP tidak ingin main-main ketika hendak mencalonkan kader dalam pilkada mendatang. Untuk daerah yang sudah mendapatkan rekomendasi saat ini fokus untuk proses pendaftaran di KPUD yang bakal dimulai 26 Juli mendatang. ”Harapannya untuk enam daerah bisa menyusul secepatnya sebelum mendaftar di KPUD nanti,” imbuhnya.

Meski bisa mengusung calon sendiri di sejumlah daerah, ternyata PDIP masih tetap berkoalisi dengan sejumlah parpol. Paling banyak PDIP berkoalisi dengan PKB, meski juga ada Gerindra, PKS, Golkar dan PPP. Untuk di Blora misalnya, PDIP mengusung H Abu Nafi (PPP) – H M Dasum (Ketua DPC PDIP) berkoalisi Partai Gerindra. ”Meski kami berkoalisi dari 15 daerah semua ada kader partai yang maju, baik itu sebagai cabup maupun cawabup,” tambahnya.

Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto menambahkan, untuk pendaftaran di KPUD rencananya bakal dilakukan secara serentak 27 Juli mendatang. Diharapkan dari enam daerah yang belum turun bisa segera mendapatkan rekomendasi sehingga pendaftaran dilakukan serentak di 21 daerah se-Jawa Tengah. ”Nanti kan ada prosesi adat untuk pendaftaran calon kepala daerah di Panti Marhaen,” tambahnya.

Nama Bambang Kusriyanto sendiri sebenarnya merupakan calon kuat yang digadang-gadang bisa maju sebagai calon bupati Kabupaten Semarang. Selain kader militan saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Semarang. Tapi sayang, di luar prediksi rekomendasi dari DPP PDIP diberikan kepada Mundjirin (incumbent) – Ngesti Nugraha (Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang). ”Kalau untuk itu semua tergantung pusat, saya hanya menjalankan. Ngesti saya kira juga berkualitas dan masih muda, sehingga potensinya besar,” tambahnya. (fth/zal/ce1)