Warga Tirto Rebutan Enceng Gondok

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERSIHKAN SUNGAI : Warga Keluarahan Tirto Kota Pekalongan yang berada di bantaran Kali Bremi, sibuk membersihkan enceng gondok. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSIHKAN SUNGAI : Warga Keluarahan Tirto Kota Pekalongan yang berada di bantaran Kali Bremi, sibuk membersihkan enceng gondok. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Moment Lebaran syawalan atau tujuh hari setelah Lebaran Idul Fitri, dimanfaatkan warga Keluarahan Tirto Kota Pekalongan dengan berebut enceng gondok. Warga yang berada di bantaran Kali Bremi, tepatnya warga RT 03 RW 01 dan RT 03 RW 08 ini sibuk membersihkan enceng gondok.

Dengan berbekal parang, pacul, ganco dan sebuah perahu rakitan yang dibuat sendiri dari rangkaian besi dan hidrogen bekas, warga bahu membahu membersihkan kali yang membelah desa mereka.

“Mumpung liburan, kami memilih melakukan kerja bakti, daripada buang-buang duit ke tempat wisata,” celetuk Khaerudin, salah satu warga yang masih sibuk membersihkan enceng gondok.

Kali Bremi yang membelah Kelurahan Tirto tersebut memiliki lebar 8 meter dengan panjang kurang lebih 500 meter. Namun, di musim kemarau seperti ini, sungai tersebut selalu ditumbuhi tanaman enceng gondok, hingga tidak nampak seperti sungai. Apalagi, sungai yang biasa dilewati limbah-limbah industri ini sudah mendangkal akibat sedimentasi dan tak kunjung dinormalisasi oleh pemerintah.

“Di musim kemarau seperti ini, biasanya enceng gondok tumbuh subur. Jika tidak kami bersihkan, tanaman ini cepat sekali menutup sungai. Kami khawatir, jika musim penghujan tiba, tanaman menjadi sumber penyakit dan dapat menyumbat arus air sungai, hingga akhirnya menyebabkan banjir,” jelas Triono.

Ditambahkan Upik, warga lainnya, tanaman tersebut tidak mengenal musim dan selalu menyusahkan. Di saat musim kemarau seperti saat ini, tanaman tersebut menjadi sarang nyamuk. Tapi jika musim penghujan tiba, menjadi menyumbat arus sungai. “Bahkan tak jarang, saat musim banjir, enceng gondok sering ikut masuk ke dalam perkampungan,” sesalnya.

Mereka juga lelah meminta pemerintah untuk membantu membersihkan sungai tersebut, baik untuk pengerukan maupun pembersihan enceng gondok. “Dari pada terus mengemis kepada pemerintah untuk membersihkan sungai ini, lebih baik kami berusaha sendiri seperti ini,” pangkas Triono. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -