Calon Harus Bisa Ngayomi, Ngayemi, dan Ngayani

543
SIAP MENANG: Para calon kepala daerah dari 21 kabupaten/kota yang diusung PDIP saat membacakan deklarasi dalam acara ”Halalbihalal dan Konsolidasi Pemenangan Pilkada Serentak PDIP Jateng” di Panti Marhaenis, Minggu (26/7). (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
SIAP MENANG: Para calon kepala daerah dari 21 kabupaten/kota yang diusung PDIP saat membacakan deklarasi dalam acara ”Halalbihalal dan Konsolidasi Pemenangan Pilkada Serentak PDIP Jateng” di Panti Marhaenis, Minggu (26/7). (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta para calon kepala daerah yang diusung bisa Ngayomi, Ngayemi, dan Ngayani masyarakat. Calon pemimpin juga harus punya talent, karakter, dan tata nilai agar bisa disukai masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto dalam acara ”Halalbihalal dan Konsolidasi Pemenangan Pilkada Serentak PDIP Jateng” di Panti Marhaenis, Minggu (26/7). Dalam acara tersebut sekaligus diserahkan rekomendasi bagi 21 pasangan calon kepala daerah di Jateng yang diusung PDIP serta sejumlah parpol koalisi. Bambang mengungkapkan bupati/wali kota harus bisa Ngayomi atau melindungi masyarakat, Ngayemi atau membuat nyaman, serta Ngayani alias menyejahterakan. ”Menyejahterakan ini bisa dilakukan dengan mendesain APBD dan pembangunan untuk masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut.

Dia juga menekankan agar kepala daerah memiliki kepemimpinan atau leadership. Untuk memenuhinya, harus mempunyai talent (bakat), karakter, dan tata nilai. Yang tak kalah penting adalah memiliki kapasitas.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menegaskan partai tidak meminta mahar bagi calon kepala daerah yang mendapatkan rekomendasi. ”Saya declare tidak ada uang sepeser pun yang diminta dari calon kepala daerah,” ujarnya. Dia bahkan meminta jika ada pengurus PDIP yang meminta uang dari calon kepala daerah untuk melaporkannya kepada dirinya.

Menurutnya rekomendasi dari DPP PDIP untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sragen dan Klaten tergolong paling alot. Rekomendasi untuk kedua daerah itu baru beres Minggu siang (26/7), akibatnya kedua pasang calon ini tidak ikut kirab, ketika semua pasangan bakal calon PDIP dikirab dengan naik becak dari Simpang Lima menuju Panti Marhaenis kemarin pukul 13.00.

Menurut dia, rekomendasi untuk pasangan calon Klaten dan Sragen baru keluar Minggu siang. Proses komunikasi dan diskusi di dua daerah itu berjalan alot. ”Terjadi diskusi yang panjang untuk daerah Klaten dan Sragen. Untuk Klaten karena kondisi internal partai, sedangkan Sragen karena kondisi politik wilayah setempat. Namun sekarang sudah beres, mari kita amankan rekomendasi itu,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP, serta para pengurus sejumlah partai yang ikut berkoalisi.

Bambang Wuryanto mengatakan, dengan sudah keluarnya semua rekomendasi ini, maka langkah selanjutnya adalah mengawal pendaftaran para bakal calon di KPU. Dan selanjutnya, para bakal calon beserta partai pengusung segera bekerja dengan menggalang kekuatan dan membentuk tim sukses. ”Sekarang saatnya bekerja. Kita semua harus bersungguh-sungguh untuk memenangkan pilkada. Soal bagaimana caranya memenangkan, tentu para calon lebih tahu,” terangnya.

Ketua Desk Pilkada PDIP Jateng Agustina Wilujeng menambahkan, pada pilkada serentak ini DPP PDIP menargetkan kemenangan di 15 dari 21 daerah yang ada. Target tersebut didasarkan atas realitas politik dan hasil survei pada saat ini. ”Untuk daerah mana saja yang ditarget menang, tidak bisa disebutkan. Harapan kami, semua calon yang kita usung semuanya bekerja maksimal dan bisa menang lebih banyak dari target,” terangnya. Anggota DPR RI ini merinci, dari 21 daerah yang menggelar pilkada, PDIP mengusung calon berstatus incumbent sebanyak 8 orang, sedangkan calon bupati berstatus wakil bupati sebanyak 5 orang. Selain itu, juga masih ada beberapa yang menjabat sebagai Ketua DPC. (ric/ce1)