Empat Lulusan Terbaik Raih Penghargaan Adhi Makayasa

1093
LULUSAN TERBAIK: (Dari kiri ke kanan) Adyksa Yudistira, Dito Sigit Kuncoro, Fauzi Pratama dan Angger Panduyudha. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LULUSAN TERBAIK: (Dari kiri ke kanan) Adyksa Yudistira, Dito Sigit Kuncoro, Fauzi Pratama dan Angger Panduyudha. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Empat Perwira Remaja (Paja) lulusan terbaik dari Akademi Angkatan TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang diberikan penghargaan Adhi Makayasa 2015. Mereka selain memperoleh pangkat Letnan Dua (Letda) dan Inspektur Polisi Dua (Ipda), juga mendapat gelar Sarjana Terapan Bidang Pertahanan (S.T Han) dan Sarjana Terapan Kepolisian (S.T.K).

ABDUL MUGHIS

KEEMPAT perwira tersebut masing-masing, Letda Inf Angger Panduyudha, ST. Han, asal Batanghari, dari Akademi Militer (Akmil); Letda Laut (P) Adyksa Yudistira, ST. Han, asal Karanganyar, lulusan terbaik dari Akademi Angkatan Laut (AAL), Letda Tek Dito Sigit Kuncoro, ST. Han, asal Purworejo, lulusan terbaik dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Ipda Fauzi Pratama, STK, lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang asal Subang.

”Lama pendidikan yang mereka tempuh selama empat tahun,” kata Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Mayor Jenderal TNI Harry Purdianto dalam persiapan menyambut kegiatan Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan Perwira Polri Semarang 2015 di Gedung Manunggal Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Minggu (26/7).

Harry menjelaskan, masing-masing Akademi Angkatan dan Akpol meluluskan Perwira Remaja (Paja) dengan rincian, Akademi Militer sebanyak 215 perwira, Akademi Angkatan Laut sebanyak 100 perwira, Akademi Angkatan Udara sebanyak 89 perwira, dan Akademi Kepolisian sebanyak 389 perwira. ”Dari keempat akademi tersebut, masing-masing terpilih satu lulusan terbaik yang memperoleh anugerah Adhi Makayasa 2015,” terangnya.

Dijelaskannya, anugerah Adhi Makayasa merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada lulusan terbaik dari setiap akademi TNI dan Polri. ”Ini wujud dari kebersamaan dan kemitraan (TNI-Polri) dalam rangka menghasilkan perwira,” katanya.

Penghargaan itu sendiri diberikan kepada mereka yang secara seimbang mampu menunjukkan prestasi terbaik di dalam tiga aspek. ”Ada tiga aspek, yakni akademis, kesemaptaan jasmani, dan kepribadian atau mental,” beber Harry.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh empat gubernur akademi, yakni Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Sumardi, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Mayjen TNI (Mar) Guntur I.C Lelono, Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Abdul Muis, dan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar.

Penghargaan tersebut akan diserahkan saat upacara pelaksanaan Praspa TNI dan Pelantikan Perwira Polri Semarang 2015 pada 30 Juli mendatang, yang dibuka secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo selaku inspektur upacara. Sedangkan komandan upacara akan dipimpin oleh Kombes Pol Iswyoto Agoeng, lulusan Akpol 1998.

Gubernur Akpol Semarang Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, para lulusan perwira tersebut telah melalui proses serta pendidikan secara ketat sejak awal pendaftaran Akpol. ”Bahkan penilaiannya telah menggunakan alat teknologi secara otomatis dan langsung bisa dilihat. Bersih dari nepotisme,” katanya.

Di era sekarang ini, lanjut Pudji, proses selama pendidikan empat tahun dilakukan secara transparan, akuntabel, bersih dan humanis.

”Ujian skripsi pun diundi, tidak bisa memilih penguji ataupun sebaliknya. Itu merupakan wujud pelaksanaan agar bersih dari nepotisme. Gubernur bisa memilih dua orang, yakni catatan perwira paling baik, dan paling buruk,” ujarnya.

Lulusan terbaik dari Akademi Angkatan Laut (AAL), Letda Laut (P) Adyksa Yudistira, ST. Han, mengakui, penilaian dilakukan secara objektif dan transparan. ”Untuk kepribadian, penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan mengelola organisasi,” katanya. (*/aro/ce1)