Sanca Kembang 3,5 M di Permukiman Warga

466
RESAHKAN WARGA : Ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter yang terjatuh dari salah satu atap rumah warga. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESAHKAN WARGA : Ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter yang terjatuh dari salah satu atap rumah warga. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESAHKAN WARGA : Ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter yang terjatuh dari salah satu atap rumah warga. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Warga Kelurahan Poncol Gang 9 RT 02 RW 05 Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jum’at siang (24/7) kemarin, digegerkan adanya ular jenis sanca batik atau sanca kembang sepanjang 3,5 meter di dalam rumah salah satu warganya.

Adalah Fery Triwanto, 30, warga yang berhasil menangkap ular tersebut. Ular tersebut ditangkap tanpa perlawanan. Kemungkinkan ular tersebut sudah kekenyangan, sehingga gerakannya lamban. “Perutnya buncit seperti habis menelan sesuatu, besarnya juga tidak wajar,” jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, awal penangkapan ular tersebut karena kebetulan sedang mampir ke rumah orang tuanya. “Ketika sedang bersantai, saya mendengar teriakan tetangga ada ular. Spontan saya langsung masuk dan berusaha mengeceknya. Ternyata benar, ada seekor ular besar baru saja jatuh dari eternit yang jebol karena tak kuat menahan bobot ular,” jelasnya.

Diungkapkan dia, kebetulan jatuhnya ular pas masuk ke dalam sebuah kardus. Awalnya sih tidak begitu jelas, baru ketika disorot dengan senter ternyata ular besar.

‚ÄúPantas saja, warga di sini banyak mengeluh kehilangan ternak. Selama ini dikiranya hilang dicuri orang, tapi tidak tahunya dimangsa ular. Dan ayam saya sendiri banyak yang hilang,” ujar Fery.

Namun dirinya dan warga masih curiga, masih ada satu ular yang belum ditemukan. Karena beberapa waktu lalu ada saksi mata yang melihat ular besar berwarna kuning, kemungkinan berjenis albino berkeliaran di daerah tersebut.

“Yang kami herankan, di tengah kota padat penduduk, ada ular besar,” ujar pemilik rumah yang dekat dengan lahan kosong bekas rumah yang dibongkar ini.

Menurut analisisnya, kemungkinan pas banjir besar tahun 2013 lalu ada ular yang terbawa kemari dan akhirnya bersarang di tempat tersebut. Karena banyak warga yang resah, dirinya bermaksud menjual ular tersebut sambil berharap dapat menangkap ular yang satunya lagi. Sehingga warga tidak cemas lagi, ternaknya tidak disantap ular tersebut. (han/ida)