E-Faktur Beri Kemudahan Pengusaha

370
SOSIALISASI: Dirjen Pajak terus berupaya melakukan sosialisasi tentang berbagai program perpajakan, termasuk kemudahan membayar pajak dengan e-faktur. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Dirjen Pajak terus berupaya melakukan sosialisasi tentang berbagai program perpajakan, termasuk kemudahan membayar pajak dengan e-faktur. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Direktorat Jenderal Pajak terus berupaya memfasilitasi para wajib pajak dalam memudahkan proses perpajakan. Salah satunya dengan e-faktur yang hingga saat ini terus disosialisasikan.

Kepala Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I Dasto Ledyanto mengatakan, fasilitas e-faktur memberikan kemudahan bagi pengusaha kena pajak (PKP) khususnya yang berada di wilayah Jawa dan Bali. “Selain memberikan kemudahan, e-faktur ini juga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan khususnya pembuatan faktur pajak,” ujarnya, kemarin.

Beberapa kemudahan yang dapat diperoleh pada e-faktur ini adalah tanda tangan basah dapat digantikan dengan tanda tangan elektronik, e-faktur pajak tidak harus dicetak sehingga mengurangi biaya kertas, biaya cetak, dan biaya penyimpanan.

Selain itu, aplikasi e-faktur pajak satu kesatuan dengan aplikasi e-SPT sehingga lebih memudahkan pelaporan SPT masa PPN dan permintaan nomor seri faktur pajak disediakan secara online via website Ditjen Pajak sehingga tidak perlu datang ke kantor pelayanan pajak. “Untuk dapat menggunakan aplikasi e-faktur, PKP membutuhkan sertifikat elektronik yang dapat diperoleh dengan cara mengajukan permintaan sertifikat elektronik kepada kantor pelayanan pajak tempat PKP dikukuhkan,” jelasnya.

PKP yang telah diwajibkan membuat e-faktur tapi tidak membuat e-faktur atau membuat tetapi tidak mengikuti tata cara yang telah ditentukan dianggap tidak membuat faktur pajak dan dikenai sanksi administrasi. Sanksi administrasi berupa denda dua persen dari dasar pengenaan pajak sesuai pasal 14 ayat 4 UU ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Ia menambahkan, saat ini ada 4.100 WP di Jateng yang siap menggunakan e-faktur atau disebut dengan PKP. Yaitu wajib pajak yang memiliki penghasilan Rp 4,8 miliar per tahun. Sedangkan terkait kesiapan pihaknya dalam e-faktur, ia mengaku telah siap 100 persen. “Bagi PKP yang belum paham terkait e-faktur ini akan kami berikan bimbingan secara teknis melalui petugas KPP,” tandasnya. (dna/smu)