IOAA Dukung Pariwisata Jateng

400
MERIAH: Pembukaan International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-9 yang berlangsung di pelataran Candi Borobudur, Magelang tadi malam. (bawah) Mendikbud Anis Baswedan (ketiga dari kanan) saat membuka event internasional tersebut. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH: Pembukaan International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-9 yang berlangsung di pelataran Candi Borobudur, Magelang tadi malam. (bawah) Mendikbud Anis Baswedan (ketiga dari kanan) saat membuka event internasional tersebut. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

FOTO A2web

MUNGKID – Kegiatan International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) atau olimpiade internasional astronomi dan astrofisika ke-9 resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anis Baswedan di Panggung Aksobya Kompleks Candi Borobudur Kabupaten Magelang, tadi malam (27/7). Selain sebagai ajang perlombaan ilmu pengetahuan, event internasional ini juga diharapkan ikut mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, mengapresiasi diselenggarakannya event internasional ini di Indonesia. Melalui event ini, dia berharap Indonesia semakin dikenal di mata dunia.

Mendikbud berharap, selama perlombaan para peserta dari 42 negara bisa terhibur. ”Kita semua bangga Indonesia menjadi tuan rumah. Maka izinkan para peserta ini merasakan kehangatan Indonesia, izinkan mereka merasakan keramahan, dan izinkan mereka merasakan pengalaman positif yang akan mereka ceritakan sepanjang karirnya,” kata dia.

Mendikbud mengatakan, peserta IOAA termasuk perwakilan Indonesia harus menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. Melalui kegiatan ini, dia berharap akan muncul anak-anak berprestasi yang akan meningkatkan optimisme terhadap kompetensi anak-anak Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Nurhadi Amiyanto, mengatakan, selain Indonesia, ada 41 negara yang mendelegasikan perwakilannya dalam event ini. Selama perlombaan di Kota dan Kabupaten Magelang, mereka juga akan diajak berkeliling ke beberapa lokasi wisata. ”Sejak datang mereka sudah begitu senang berada di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, sejak datang Minggu (26/7) di Semarang, para peserta sudah diajak berkeliling Kota Semarang. ”Tadi para peserta kita ajak ke lokasi dengan jalur darat. Mereka singgah di perkebunan dan dihidangi buah-buah khas Indonesia seperti nangka, salak, dan tarian lokal Topeng Ireng,” katanya.

Di sela-sela lomba, kata dia, peserta akan dibawa berwisata ke beberapa lokasi wisata. Salah satu situs manusia purba terbesar di dunia, Sangiran, Sragen. ”Tentu kesempatan ini akan membawa nama baik Jawa Tengah, penutupan juga kita akan dilaksanakan di Prambanan,” ujarnya.

Tidak hanya sampai di situ, selama di Magelang, peserta IOAA ditempatkan di sebuah daerah yang tidak jauh dari Borobudur. Setiap pagi, di tempat tersebut akan turun kabut tebal yang perlahan akan menghilang jika matahari sudah mulai bersinar. ”Di sekeliling penginapan ini juga, peserta juga disuguhi keanggunan Gunung Sumbing yang berdiri kokoh,” katanya.

Dia menambahkan dipilihnya Magelang sebagai lokasi acara telah melewati berbagai pertimbangan. Di mana, di daerah itu ada destinasi wisata dunia Candi Borobudur. Yang tentunya dibangun dengan memperhatikan aspek astronomi.

Hal itu, kata dia, tentu akan berdampak pada sorotan mata dunia terhadap event ini. Khususnya para astronom. Dengan demikian, Indonesia akan lebih dikenal di mata dunia. ”Kita juga undang banyak sekali media internasional untuk meliput,” ujarnya.

Sementara itu, delegasi Indonesia peserta IOAA terdiri atas sepuluh siswa. Mereka dibagi ke dalam dua tim, yakni Main Team dan Guest Team. Masing-masing terdiri atas lima siswa. Main Team terdiri atas M. Ahdillah Fadlila (MAN Insan Cendekia, Gorontalo), Brian Yaputra (SMA Sutomo 1, Medan), Naufal Alifyari (SMAN 5 Bekasi), Gunawan Setiawan (SMA Petra 2 Surabaya), dan M. Ali Syaifudin (SMA Semesta BBS Semarang). Sedangkan Guest Team terdiri atas Joandy Leonata Pratama (SMA Sutomo 1 Medan), M. Miftahul Fahmi (SMAN 3 Malang), Rafif Abdus Salam (SMAN 1 Bogor), Hammam Raihan Mohammad (SMAN 3 Bogor), dan Hana Widiapsari Nuraini (SMAN 8 Jakarta). Sebelum berlaga, mereka menjalani masa karantina yang dibimbing oleh para team leader, pengajar, tim tutor, dan tim mentor. (vie/ewb/aro/ce1)