Ita Mundur dari Direktur SPHC

440

SEMARANG – Direktur PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu sudah mengajukan pengunduran diri seiring pencalonannya sebagai Wakil Wali Kota Semarang. Pengunduran diri dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng tersebut telah diajukan sejak 22 Juli lalu dan kini tengah diproses.

Hevearita yang akrab disapa Ita mengatakan pengunduran dirinya dari BUMD yang mengurusi migas tersebut telah diajukan kepada Komisaris PT SPHC Ir Teguh Dwi Paryono, MT yang juga Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng. ”Kendati demikian, surat juga saya tembuskan kepada gubernur selaku pemegang saham pengendali,” terang Ita yang maju pilkada mendampingi Hendrar Prihadi.

Pengunduran diri tersebut lantas ditindaklanjuti oleh Komisaris PT SPHC dengan diterbitkannya Surat Komisaris tanggal 23 Juli 2015. Dalam Surat tersebut ditegaskan bahwa pengunduran diri Ita yang diajukan melalui surat No 001/dir-sphc/pd/vii/2015 tertanggal 22 Juli 2015 sedang diproses sesuai peraturan yang berlaku.

Lebih lanjut Ita menambahkan, pengunduran diri yang ia lakukan tidak semata-mata untuk mengikuti pilkada saja. Namun sesuai dengan AD/ART PT SPHC dan Perda PT SPHC No 15 tahun 2013, yaitu Direksi yang mengemban jabatan 2 (dua) kali periode tidak bisa diperpanjang lagi dan pengunduran diri direksi harus dilakukan 30 (tiga puluh) hari sebelum masa jabatan berakhir.

”Jadi meskipun saya tidak maju Pilwalkot (Pemilihan Wali Kota) saya juga tetap harus mengajukan surat pengunduran diri karena saya sudah menjabat Direktur sebanyak 2 (dua) periode sejak tahun 2007-2015. Jabatan saya habis pada 17 September 2015, sehingga saya harus sudah mundur sebelum 14 Agustus,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan telah meminta Direktur PT SPHC Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk mundur dari jabatannya pada minggu ini. Pasalnya, yang bersangkutan maju menjadi calon Wakil Wali Kota Semarang.

Ganjar menegaskan pengunduran diri Ita tidak perlu menunggu penetapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, Ita telah menyatakan diri maju dalam pilkada mendampingi calon Wali Kota incumbent Hendrar Prihadi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). ”Ia hanya mengantongi tiket berangkat saja, tidak bolak-balik. Setelah mundur, tidak boleh balik,” imbuhnya.

Atas pengunduran diri itu, Ganjar mengaku telah menyiapkan pengganti untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Yaitu melalui mekanisme lelang jabatan sebagaimana dilakukan untuk posisi direktur perusahaan daerah lainnya. ”Bahkan pendaftarnya sudah ada,” tandas mantan anggota DPR RI itu. (fai/ric/ce1)