Kejati Periksa Pegawai BKD Pemprov Jateng

435

PLEBURAN – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng telah memeriksa, Tubayanu, PNS pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jateng sebagai saksi perkara tindak pidana korupsi dalam Pengelolaan dan Penyaluran Dana Bantuan Sosial Kemasyarakatan Provinsi Jateng TA 2011 dengan tersangka Agoes Soeranto, Senin (27/7).

”Pemeriksaan ini untuk melengkapi alat bukti dalam kasus dugaan korupsi bansos dengan tersangka Agoes Soeranto. Tersangka saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Provinsi Jateng. Belum ditahan karena masih ada keterangan yang dibutuhkan,” tegas Kasi Penkum Kejati Jateng, Eko Suwarni.

Eko Suwarni menegaskan, pihaknya akan terus bekerja secara profesional dalam penanganan kasus tersebut. ”Kita berikan yang terbaik untuk penegakan hukum di Jateng dan kita tidak pernah tebang pilih dalam menetapkan tersangka,” sebutnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini pihak Kejati Jateng telah menetapkan sejumlah tersangka selain Agoes Soeranto. Sebelumnya, penyidik telah menetapkan Joko Mardiyanto selaku mantan Kepala Biro Bina Sosial selaku penasihat tim verifikasi, Ketua Tim Verifikasi Bansos Joko Suyanto yang merupakan mantan Kabag Kesra dan Bencana Alam Binsos Pemprov yang kini telah ditahan.

Penyimpangan yang dilakukan di antaranya pada mekanisme verifikasi yang dilakukan. Pada nota dinas yang ditujukan kepada Biro Bina Sosial disebutkan supaya proposal yang telah diajukan dengan nota dinas itu segera diproses dan uangnya bisa segera dicairkan.

Atas perintah tersebut, Kabinsos pun tidak melakukan verifikasi dan langsung mencairkan sesuai nominal yang tercantum dalam nota dinas. Akibatnya, ada kelompok/LSM yang mengatasnamakan beberapa pihak ternyata tidak jelas keberadaannya, namun pencairan diterima seseorang hanya ke satu nomor rekening sehingga terungkap penyimpangan tersebut. Selain itu ada enam aktivis mahasiswa di Semarang yang sudah ditetapkan jadi tersangka di mana lima di antaranya telah ditahan dan sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang. (jks/zal/ce1)