Kelola Hutan, Bangun Destinasi Wisata Favorit

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

HASIL HUTAN : Akar pohon bekas penebangan hutan menjadi karya seni bernilai tinggi yang turut dipasarkan di Kampoeng Kopi Banaran Krumput Banyumas, beberapa waktu lalu. (IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HASIL HUTAN : Akar pohon bekas penebangan hutan menjadi karya seni bernilai tinggi yang turut dipasarkan di Kampoeng Kopi Banaran Krumput Banyumas, beberapa waktu lalu. (IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PTPN IX tidak hanya mengelola bisnis hulu, tapi juga bagian hilir. Beragam inovasi dan kreasi terus dilakukan oleh perusahaan plat merah. Tidak hanya untuk menaikkan omzet, tapi juga meningkatkan brand image agar lebih dikenal masyarakat luas. Seperti apa?

KETIKA menyusuri sebagian bisnis hulu dan hilir di bawah naungan Perusahaan Terbuka Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, mulai terasa upaya keras pihak manajemen dalam mengembangkan usahanya. Di perkebunan karet yang membentang luas di Bawen dan Ambarawa Kabupaten Semarang misalnya, telah dimanfaatkan sebagai lokasi wisata yang dilengkapi dengan restaurant Kampoeng Kopi Banaran yang menyediakan beragam produk PTPN IX.

General Manager Kampoeng Kopi Banaran, Petrus Budiman menyadari kebutuhan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, teman maupun kolega dalam institusi lembaga, sengaja ditangkap PTPN IX. Sehingga sebagai perusahaan negara, PTPN IX tidak hanya berkutat di dalam industri hulu, namun juga mengembangkan industri hilir secara kreatif.

“Ini sebagai salah satu upaya penguatan perusahaan negara agar bisa tampil lebih kompetitif di tengah persaingan global,” tutur Petrus yang didampingi Manager Kampoeng Kopi Banaran, Rachmasari Andriyani, dan Kepala Humas PTPN IX, Susilo Wardani, dalam kunjungan bersama media beberapa waktu lalu.

Petrus mengaku bertekad menjadikan Kampoeng Kopi Banaran sebagai destinasi wisata favorit di wilayah Jateng. Optimismenya tersebut telah dibuktikan dengan banyaknya wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah di sekitar wilayah Kabupaten Semarang. Di antaranya berasal dari Kota Semarang, Solo, Demak, Kudus, Jepara, Boyolali, Batang maupun Pekalongan.

Bahkan, realisasi pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang dikhawatirkan mempengaruhi para pebisnis di kawasan tersebut, justru memacunya untuk lebih kreatif. “Kami akan menjadikan Kampoeng Kopi Banaran yang tak bisa ditemukan di destinasi wisata lain. Yakni kekuatan alam dan kesejukannya, lokasinya yang strategis, maupun inovasi lainnya,” tuturnya.

Pihaknya tidak hanya memperkuat dari sisi restaurant yang menawarkan beragam produk UMKM dan produk PTPN IX berupa kopi, teh, maupun hasil bumi lainnya. Namun lebih melengkapinya dengan wahana outbond untuk anak-anak maupun kalangan dewasa, permainan anak, campaign ground, playing fox, taman kupu kupu, kereta wisata, wisata berkuda, hall untuk weding maupun meeting, kolam renang, dan penginapan. Bahkan, kami berinovasi menyediakan Banaran Ekspres yang dilaunching 23 Mei lalu.

“Kami berupaya menjadi destinasi wisata dengan konsep one stop service, bisa berwisata dan berbelanja sekaligus. Makanya, kami menyediakan juga pusat oleh oleh yang menampung produk UMKM maupun produk dari PTPN IX sendiri,” tandasnya.

Menariknya lagi, para wisatawan yang hanya ingin menikmati kesejukan di lokasi wisata, digratiskan. Hanya ingin makan bareng dan tiduran, gratis. Baru ditarik biaya yang sangat kompetitif, kalau menggunakan layanan wisata. “Ini yang tidak dimiliki di destinasi wisata lain,” tandasnya.

Menurutnya, manajemen menargetkan pendapatan di akhir 2015 sekitar Rp 6 miliar. Pihaknya meyakini, target tersebut akan terpenuhi. “Kami juga menyiapkan rencana besar, untuk menjadikan Kampoeng Kopi Banaran menjadi wahana yang lebih besar lagi dari yang ada saat ini,” tuturnya. (ida/bersambung)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -