Kerja demi Pendidikan

579
NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

BAGI kebanyakan orang, menuntut ilmu di bangku perguruan tinggi merupakan salah satu modal dalam mencari posisi di sebuah perusahaan. Tapi, pemilik nama lengkap Elisabeth Mariana Andita Tielman ini justru sebaliknya. Ia memilih mencari pengalaman di dunia kerja demi kelancaran pendidikan.

Mahasiswi Magister Managemen Universitas Diponegoro (Undip) ini mengaku, nyambi kerja merupakan salah satu caranya dalam memahami kondisi di lapangan. Dia mengaku kurang sreg jika hanya mempelajari teori saja.

”Kalau di kampus belajar teori, pas kerja langsung mempraktikkannya. Jadi, benar-benar tahu seperti apa kendala manajemen yang terjadi di dunia kerja. Dengan begitu, rasanya jadi puas. Balance antara teori dan praktik,” ungkap dara kelahiran Kupang NTT, Desember 1989 ini.

Nana –sapaan akrabnya– yang kini bekerja di salah satu dialer mobil pabrikan Perancis ini memang menganggap pendidikan adalah segalanya. Meski nantinya akan menjadi ibu rumah tangga, tapi menurutnya, ilmu akan selalu berguna hingga hari tua.

”Itu salah satu prinsip yang ditanamkan orang tua. Memang kalau sudah punya suami, saya akan keluar kerja. Tapi, kalau ada kesempatan, penginnya buka usaha sendiri. Wanita kan punya hak untuk mandiri. Tidak melulu harus bergantung pada suami,” ungkap sulung dari tiga bersaudara pasangan Frederik Tielman dan Isti Aprilyani.

Mantan model berpostur 162 cm/47 kg ini mengaku, tidak pernah keteteran dalam membagi waktu antara kerja dan kuliah. Karena kedua aktivitas itu merupakan pilihannya dalam menyulam masa depan. Jadi, bisa dijalani dengan enjoy. Godaan seperti ajakan travelling bareng teman-teman, diakuinya, selalu ada. Tapi lagi-lagi, dia menepis iming-iming itu dengan kembali ke obsesi awal.

”Jelas pengin refreshing. Apalagi kalau teman-teman ngajakin traveling rame-rame. Tapi harus kuat untuk menolaknya meski dengan berat hati. Refreshing mungkin memang perlu. Tapi bukan sekarang. Suatu saat, pasti ada waktunya, dan siapa tahu malah lebih menyenangkan,” pungkas sarjana Akuntansi Undip ini. (amh/aro/ce1)