Nyeberang sambil Ngesot, Tewas Dilindas Avanza

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONODRI – Nasib tragis dialami Gogik, 55, warga Wonodri Krajan, Kelurahan Wonodri, Semarang Selatan. Pria berkebutuhan khusus tersebut tewas terlindas mobil Toyota Avanza B 1650 BZM yang dikemudikan seorang wanita hamil berinisial AN saat menyeberang di traffic light perempatan Jalan Kompol Maksum-Jalan MT Haryono-Jalan Sompok, Semarang, Senin (27/7) sekitar pukul 15.00.

Diduga, pengemudi mobil tersebut tidak mengetahui bila ada orang sedang menyeberang. Sebab, kondisi Gogik yang mengalami keterbatasan fisik itu menyeberang dengan cara ngesot atau berjalan setengah merangkak di aspal jalan. Korban tewas dengan luka parah di bagian kepala dan kaki akibat dilindas mobil Avanza warna hitam tersebut.

”Tiba-tiba ada orang tergeletak di tengah jalan raya. Saat dicek, sudah meninggal. Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian langsung mengevakuasi tubuh korban dan dibawa ke tepi jalan,” ungkap warga di lokasi kejadian, kemarin.

Sembari menunggu petugas Satlantas Polrestabes Semarang datang, jenazah korban ditutupi menggunakan kertas koran. Praktis, kejadian tersebut menyita perhatian pengendara yang melintas di jalur tersebut. Mereka berhenti untuk menyaksikan kondisi korban dari dekat.

Saksi Edy Purwanto, warga Wonodri Krajan II RT 7 RW 6, Wonodri, Semarang Selatan, mengakui, korban adalah warga di lingkungannya. ”Iya, dia warga kampung saya. Saya kebetulan Ketua RT-nya,” katanya.

Korban memang mengalami keterbatasan fisik karena cacat. Sehingga tidak bisa berjalan secara normal. ”Dulu dia bekerja sebagai tukang parkir di daerah sini. Tapi, karena kondisinya sedang sakit, ia tidak bisa bekerja. Keluarganya juga kurang mempedulikan,” ujarnya.

Kesehariannya, korban dirawat oleh seorang tukang becak, Farid Han, 30, warga Wonodri Krajan II, Semarang Selatan. ”Kurang lebih sejak 2 tahun lalu, korban hidup di jalan. Keluarganya enggak mau menerima. Setiap hari, saya yang ngrumati. Mulai makan sampai ganti baju,” ujar Farid.

Sebelum ditemukan tewas ditabrak mobil, korban sempat bersama Farid di dekat lokasi kejadian. Dia juga sudah berpesan agar jangan pergi ke mana-mana. ”Dia saya suruh menunggu di sini. Lalu saya pamit pulang hendak mandi dulu,” katanya.

Dalam kecelakaan tersebut, mobil Avanza melaju di Kompol Maksum (atau dari arah Milo) menuju ke selatan. Sedangkan korban menyeberang dari arah barat (Jalan MT Haryono) ke selatan (Jalan Sompok). ”Mungkin kurang hati-hati. Korban mengalami luka di kepala dan kaki terkena bemper mobil,” katanya.

Suami pengemudi mobil Avanza, Edy, mengatakan, istrinya baru saja dari RS Telogorejo, dan sedang perjalanan pulang ke rumah di Jalan Tentara Pelajar Semarang.

”Istri saya menyetir sendiri. Perjalanan pulang dari RS Telogorejo, memeriksakan kandungan. Saya dikabari istri, langsung ke sini. Istri saya berjalan saat lampu traffic light sudah menyala hijau,” ujarnya.

Dikatakan Edy, istrinya mengaku kaget karena tiba-tiba muncul korban hendak menyeberang dalam kondisi setengah merangkak. Diduga karena kaget dan jarak terlalu dekat, sang istri tidak bisa menghindari korban. Roda mobilnya menggilas pria malang tersebut. ”Ini musibah. Yang penting kami siap tanggung jawab,” ujar Edy di lokasi kejadian.

Aparat Satlantas Polrestabes Semarang yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Mayat korban sendiri sudah diangkat warga ke tepi Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Apotek Anugrah. Petugas meminta keterangan sejumlah saksi. Sedangkan jenazah korban dievakuasi dan diangkut menggunakan mobil ambulans ke kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -