Gelaran Seni Jadi Daya Tarik Wisatawan

328
PIKAT PENGUNJUNG: Sejumlah penari cilik berlenggak-lenggok secara luwes dalam pentas seni di salah satu objek wisata di Semarang. (FOTO: AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PIKAT PENGUNJUNG: Sejumlah penari cilik berlenggak-lenggok secara luwes dalam pentas seni di salah satu objek wisata di Semarang. (FOTO: AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Eksistensi pentas seni menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembaangan pariwisata di suatu daerah. Seperti seni tari yang menonjolkan budaya daerah setempat, mampu mendongkrak jumlah wisatawan yang mengunjungi objek wisaata.

Seperti yang dikatakan Cahyo Wibowo, salah satu tokoh pelaku seni di Kota Semarang. Pria yang akrab disapa Bowo itu menuturkan, seni, terutama tari, merupakan perpaduan atraksi budaya yang bisa dikaitkan dengan sejarah atau asal-usul objek wista tersebut. Seperti dalam penyajian Tari dan Apresiasi Seni Obyek Wisata yang digelar di Taman Lele, kemarin.

Lewat Sanggar Amerta Laksita, Bowo menampilkan seni olah tubuh dengan Tari Persembahan Doa. Tarian itu menyimpan makna mengenai keharusan umat manusia untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan. ”Sekaligus kami maksudkan agar tarian ini serta seni budaya pada umumnya, dapat mewarnai serta memajukan pariwisata di Kota Semarang tercinta ini,” terangnya.

Siang itu, terdapat banyak adegan yang menggambarkan tentang memasrahkan jiwa dan raga lewat gemulai tangan penari. Halus tapi mantap, para penari itu mampu menarik perhatian penonton. ”Manusia seringkali lupa bahwa nikmat hidup yang diperolehnya berasal dari Tuhan, mereka hanya menganggap kesuksesan adalah berkat kerjas keras mereka tanpa campur tangan Tuhan,” sindirnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri mengakui jika pertunjukan budaya bisa jadi daya tarik wisatawan. Terbukti, ketika ada seniman yang manggung, jumlah tiket yang terjual di objek wisata tersebut naik signifikan. ”Pertunjukan yang ada sangkut pautnya dengan objek wisata bisa jadi pengetahuan bagi pengunjung. Mereka jadi lebih tahu bagaimana asal mula atau seluk-beluk yang mungkin belum banyak diketahui khalayak umum,” cetusnya. (amh/zal/ce1)