Hendi-Ita Tak Anggap Enteng Lawan

344
PENDAFTAR TERAKHIR: Pasangan Hendrar Prihadi–Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi–Ita) naik bendi saat menuju kantor KPU Kota Semarang, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENDAFTAR TERAKHIR: Pasangan Hendrar Prihadi–Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi–Ita) naik bendi saat menuju kantor KPU Kota Semarang, kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meski diusung partai pemenang pemilu dan jaringan relawan yang solid, pasangan Hendrar Prihadi–Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi–Ita) enggan menganggap enteng pasangan calon lain dalam Pilwalkot Semarang. Menurut Hendi, seluruh partai pengusung, relawan, dan komponen harus tetap berjuang keras memenangkan pilkada.

Menurut Hendi, pasangan Soemarmo HS–Zuber Safawi dan Sigit Ibnugroho–Agus Sutyoso (Sibagus) tak boleh dianggap sebelah mata. ”Semua sama-sama berat. Namun bagi saya tidak ada rival,” ujar Hendi usai mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Selasa (28/7).

Saat dimintai tanggapan terkait pasangan Sibagus yang digadang menjadi kuda hitam di tengah pertarungannya dengan Soemarmo–Zuber Safawi, Hendi menjawab ringan. Baginya pemilih lah yang nantinya akan menentukan pemenang pilkada. ”Yang memilih nanti kan warga, bukan kuda hitam atau kuda putih,” ungkapnya sambil tersenyum.

Menurutnya, perkembangan upaya pemenangan semakin lama semakin baik. Partai pengusung, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berupaya keras memenangkan pilwalkot.

Dia menambahkan, dengan keberadaan Ita yang menjadi satu-satunya calon kepala daerah perempuan di Semarang, langkah pemenangan juga menjadi semakin taktis. Sebab, Ita bisa lebih luwes mendekati calon pemilih perempuan yang jumlahnya mendominasi. ”Kelompok ibu-ibu tentu lebih senang didatangi Mbak Ita yang sama-sama perempuan. Sebaliknya saya yang turun ke komunitas laki-laki,” tandasnya.

Lebih lanjut Hendi juga telah menyusun visi-misi. Yang kerangka dasarnya memaksimalkan potensi Kota Semarang. Juga meneruskan hal-hal yang dapat menjadi keunggulan komparatif Kota Semarang dibandingkan kota lain.

Ita juga membenarkan dirinya akan berbagi tugas dengan Hendi. ”Saya akan bagi tugas dengan Pak Hendi. Pak Hendi yang merangkul calon pemilih laki-laki, saya calon pemilih perempuan,” kata Ita yang sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) ini.

Pendaftaran pasangan Hebat (Hendi–Ita Bersama Rakyat) kemarin disertai ribuan kader partai, relawan, dan sejumlah elemen pendukung. Di antaranya, kader PDIP, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP, Banteng Muda Indonesia (BMI), Tim RealIta, Taruna Merah Putih (TMP), Semut Merah, dan Sahabat Hendrar Prihadi (SHP). Selain itu, ada komunitas sepeda onthel, komunitas Mercedes Benz, komunitas motor besar, dan komunitas mobil offroad.

Mereka mengikuti konvoi dari Posko Pemenangan di Jalan Sriwijaya 53 Semarang menuju lapangan Garnisun di Jalan dr Soetomo. Di tempat tersebut, Hendi dan Ita naik bendi menuju kantor KPU Kota Semarang di Gedung Pandanaran. Mereka juga diarak puluhan becak, grup drumblek, dan pembawa pataka. Sampai di kantor KPU, pasangan tersebut disambut aksi reog, barongsai, dan grup rebana.

Pendaftaran sendiri sempat molor karena DPC PDIP Kota Semarang harus menyusulkan bukti rekomendasi otentik yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto. Sebab sebelumnya yang dibawa ke KPU hanya SK rekomendasi ke pasangan Hendi–Ita yang ditandatangani Ketua DPP Bambang DH dan Sekjen Hasto Kristiyanto

Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono menyatakan, pendaftaran diterima setelah seluruh berkas pencalonan lengkap. Dia mengingatkan, pagi ini para pasangan calon harus menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Kota Semarang. Sedangkan Kamis (30/7) mereka harus mengikuti pemeriksaan rohani di RSJ dr Amino Gondohutomo, Semarang. (ric/aro/ce1)