Kapolri Minta Bantuan Kopassus Latih Brimob

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KOMPAK: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bersama Jendral TNI Gatot Nurmantyo saat menghadiri pembekalan Praspa TNI dan Pelantikan Perwira Polri 2015 di Gedung Akpol, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOMPAK: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bersama Jendral TNI Gatot Nurmantyo saat menghadiri pembekalan Praspa TNI dan Pelantikan Perwira Polri 2015 di Gedung Akpol, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

GAJAHMUNGKUR – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti mengakui bahwa personel Korps Brigade Mobil (Brimob) belum memiliki kemampuan survival atau bertahan hidup di hutan. Sehingga hal itu membuat Polri kerepotan mengejar teroris jaringan Santoso yang belakangan dikabarkan melatih calon teroris di Poso, Sulawesi Tengah.

Oleh karena itu, Badrodin meminta Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD untuk terlibat dalam memberi pelatihan khusus. ”Memang itu merupakan satu kebutuhan dari pasukan Brimob. Kami (kesulitan, Red) dihadapkan dengan teroris jaringan Santoso yang menggunakan medan hutan dan gunung,” kata Badrodin usia memberi pembekalan Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan Perwira Polri Semarang 2015, di Gedung Manunggal Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (28/7).

Badrodin menegaskan, pelatihan yang dimaksud adalah untuk meningkatkan kemampuan Brimob dalam pendeteksian, survival atau bertahan di hutan, dan penjejakan. ”Kemampauan itu diperlukan untuk mendukung tugas Brimob. Selama ini, Brimob belum mampunyai kemampuan untuk survival dan pengejaran dengan medan hutan dan gunung. Kemampuan itu kami minta diberikan pelatihan (kepada TNI AD). Bukan kemampuan berperang,” tegasnya.

Badrodin berharap, atas pelatihan kemampuan tersebut personel Brimob bisa melakukan pengejaran terhadap teroris di hutan dan gunung. ”Kalau perlu bisa survival di hutan hingga satu bulan untuk mengejar teroris. Kalau di kota saya pikir tidak perlu. Oleh karena itu hanya item-item tertentu saja yang kami minta untuk diberikan pelatihan,” imbuhnya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang bersanding bersama Kapolri mengatakan, pihaknya telah menyetujui pelatihan kemampuan tersebut. ”Jadi begini, (pelatihan kemampuan) itu bukan kemampuan rider, tetapi untuk pelatihan kemampuan survival, pendeteksian dan penjejakan,” kata Gatot menegaskan.

Gatot menjelaskan pelatihan kemampuan tersebut bukan pelatihan kemampuan rider. Sebab rider sendiri merupakan kemampuan kompetensi khusus di TNI. ”Rider itu kompeten. TNI aja belum semuanya rider. Jadi kami menyetujui untuk dilakukan pelatihan sebagaimana yang disampaikan Pak Kapolri. Disetujui, untuk di tiap-tiap daerah ada,” katanya.

Sebelumnya, Polri mengalami kendala saat akan menangkap teroris kelompok Santoso yang bersembunyi di dalam hutan atau daerah pegunungan di Poso. Kemampuan anggota Brimob sangat terbatas saat berada di medan yang sulit seperti di hutan dan gunung.

Badrodin juga menegaskan, pihaknya selama ini terus meningkatkan kemampuan pendidikan personel. Termasuk kegiatan Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan Perwira Polri Semarang 2015 yang akan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo pada 30 Juli 2015. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -