Media Miliki Kekuatan Besar Berantas Korupsi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Media massa memiliki kekuatan besar dalam pemberantasan korupsi. Tingkat konsistensi yang diberikan media massa dalam pemberantasan korupsi cukup signifikan dalam mengungkap kasus korupsi.

”Hal itu terbukti dari data yang dilakukan lembaga survei Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta pada 2006,” kata Tony Spontana, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI saat mengisi acara Media Gathering dan Workshop Nasional bertemakan ’Meningkatkan Komunikasi Pers dan Kejaksaan RI’ di Hotel Gumaya, Selasa (28/7).

Selain itu, Tony mengaku berita penegakan hukum sangat dominan mengisi halaman setiap media massa. Menurutnya penegakan hukum adalah amanah reformasi 1998, yakni mengembalikan cita-cita pendirian bangsa Indonesia sebagai negara hukum. ”Alasannya jelas masyarakat percaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah pangkal dari kesenjangan politik dan ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Tony, berita hukum law in action atau berita penegakan hukum memiliki nilai berita yang tinggi. Ia melihat kasus-kasus hukum terutama korupsi banyak melibatkan pejabat publik dengan jabatan yang sangat tinggi. ”Apalagi prinsip dasar media massa saat ini menciptakan keuntungan dan pengaruh, jadi semakin besar nilai berita maka semakin besar pengaruh yang akan mereka (media massa) peroleh. Yang terakhir adalah pengaruh penegakan hukum dalam media massa sangat dramatis,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam paparan materinya, Wina Armada Sukardi, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat meminta Kejati Jateng dan masyarakat pers Jateng untuk menindaklanjuti MoU yang telah dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dewan pers tentang masalah pers. ”Tentunya bertujuan agar tidak ada asas praduga tak bersalah dan tidak ada kesan menghakimi dalam pemberitaan. Apalagi media juga perlu melengkapi 2 alat bukti yakni fakta dan narasumber, sama halnya kejaksaan,” kata mantan Ketua Komisi Hukum dan Perundangan Dewan Pers ini.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Dr Yos Johan Utama, SH MH menganggap, siapa yang bisa menguasai informasi, dialah yang berkuasa. ”Makanya kalau pers milik ketua partai jelas sekali esensi pers akan luntur. Padahal pers itu media informasi, hiburan dan sosial artinya bisa memwartakan suatu berita dan bisa juga menjadi pendidikan dan pencegahan,” ujarnya.

Yos mengatakan, pers juga bisa untuk menakut-nakuti orang tapi bisa juga menjadi sesuatu yang baik. Adapun caranya dengan memberi rasa aman atau memberi kabar gembira. ”Media juga perlu mengedukasi, jangan melihat sepotong saja suatu berita. Untuk itu wartawan perlu memberikan peran pendidikan. Peran wartawan bukan hanya mengawal saja, tapi juga harus memberikan rasa aman bagi orang yang baik-baik dalam pemberitaan. Jangan sampai karena ketidakjelasan pemberitaan atau salah edukasi jadi menimbulkan ketakutan,” ungkapnya.

Apalagi peran pers dan kejaksaan sama, pers dalam proses analisis pemberitaan perlu proses pendidikan atau memberikan rangsangan-rangsangan. Sementara kejaksaan perlu memberikan informasi-informasi yang bisa diberikan dan pers memberi masukan. (jks/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -