Siap Backup Black Campaign

327
Teguh Widodo. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Teguh Widodo. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Koalisi Bangkit Sejahtera (PKB-PKS) langsung bergerak cepat menyusun strategi pemenangan Soemarmo-Zuber dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang. Selasa (28/7) malam, kedua belah pihak merapatkan barisan untuk membentuk tim pemenangan inti di kantor DPC PKB Kota Semarang, di kawasan Lamper.

”Malam ini (kemarin) kita rapat pembentukan tim yang nantinya akan membahas berbagai permasalahan untuk pemenangan pasangan Soemarmo-Zuber,” tegas Ketua Tim Pemenangan Bangkit-Sejahtera, Teguh Widodo, kemarin.

Disinggung mengenai serangan dari pihak lain yang berniat menjegal pasangan Soemarmo-Zuber, maupun isu pelumpuhan partai politik, seperti yang terjadi pada dirinya. Yang dikabarkan dicopot dari jabatan Ketua DPC oleh Dewan Syuro, termasuk status Soemarmo sebagai mantan narapidana, Teguh mengaku sudah menyiapkan jawaban atas itu semua. Termasuk mengamankan rekomendasi dari DPP untuk pasangan Soemarmo-Zuber. ”Kita sudah siap (menghadapi) black campaign. Kita sudah siapkan tanggapan untuk mem-backup segala permasalahan yang melumpuhkan partai maupun calon kami,” terangnya.

Teguh menambahkan Dewan Syuro tidak memiliki kewenangan melakukan pemecatan. Sebab sifatnya hanya memberikan pertimbangan. ”Saya hanya bertugas mengamankan rekomendasi dari DPP,” imbuhnya.

Ketua DPC PKB Kota Semarang itu juga tidak memungkiri jika nantinya akan ada gerakan untuk melemahkan calon wali kotanya. Mengingat Soemarmo sendiri pernah terjerat kasus saat baru satu tahun menjabat sebagai Wali Kota 2010 lalu. ”Putusan PK (peninjauan kembali) dari MA (Mahkamah Agung) yang menjadi dasar kita untuk sosialisasi kepada masyarakat. Dalam putusan itu tudingan korupsi tidak terbukti. Justru dewan yang memeras Pak Marmo. Karena saat itu sebagai wali kota, beliau ingin menaikkan APBD untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Pihaknya menyerahkan semua kepada masyarakat. Biar masyarakat yang menilai. ”Selama menjabat wali kota, program-programnya juga sudah terbukti mampu mengudar persoalan di Kota Semarang. Namun belum sampai menuntaskan PR Kota Semarang, beliau harus tersandung masalah. Saat ini Pak Marmo ingin menuntaskan utangnya yang selama ini belum terbayar,” tandasnya.

Ketua DPD PKS Kota Semarang Agung Budi Margono menghargai langkah Soemarmo yang akan menjalankan amanat Undang-undang. Melalui semua proses atau tahapan dari KPU. ”Saya pikir sudah jelas, Pak Marmo memiliki komitmen secara terbuka untuk taat kepada peraturan. Saya respect dengan kemauan beliau untuk taat kepada hukum,” terangnya.

Soemarmo sendiri mengaku siap memenuhi semua persyaratan yang dituangkan dalam PKPU. Ketika ditanya awak media apakah optimistis menang? Soemarmo menyerahkan semuanya kepada masyarakat. ”Terserah masyarakat. Karena yang punya suara adalah masyarakat,” tegasnya.

Secara pribadi, Soemarmo berniat untuk membayar utang kepada masyarakat yang selama ini belum tertuntaskan. Belum bisa menyelesaikan program-program pembangunan yang telah dirancangnya sejak 2010 ketika terpilih. ”Saya ingin membayar utang saya. Kemarin program saya belum tuntas, masih banyak yang harus diselesaikan. Paling besar contoh jalan lingkar utara, terkait rob banjir, Polder Banger dan Tawang belum tertangani. Maka ke depan program-program ini jadi prioritas saya dengan Ustad Zuber,” tandasnya. (zal/ric/ce1)