Tuntaskan Juara yang Tertunda

398

SEMARANG – Laga final Polda Jateng Cup 2015 akhirnya mendapatkan kepastian. Panpel laga kandang Persis Solo dikabarkan telah mendapatkan lampu hijau untuk menggelar final leg kedua di Stadion Manahan Solo, sore ini (30/7).

Dengan begitu, jadwal laga final turnamen yang diikuti oleh tujuh tim Divisi Utama asal Jateng itu sesuai rencana, yakni dengan digelar leg kedua lebih dahulu pada sore ini baru kemudian digelar lanjutan leg pertama yang sempat tertunda. Rencananya, lanjutan leg pertama akan digelar di Semarang pada 2 Agustus 2015 mendatang.

Ketua Panpel Persis, Heri ”Gogor” Isranto, mengatakan, pihaknya telah menerima surat izin rekomendasi terkait laga nanti Solo. Polresta Surakarta menyatakan siap mem-back-up baik sisi keamanan dan personel. Hanya, sesuai kesepakatan antara manajemen kedua tim, operator, dan kepolisian dalam pertemuan di Semarang disepakati tanpa adanya suporter tim tamu.

”Sudah ada kesepakatan antara kubu sini dan kubu sana. Yang mana, suporter Solo dilarang datang jika pertandingan di Semarang. Sebaliknya juga begitu di laga nanti. Dua suporter Semarang, baik Panser Biru ataupun SneX diharapkan tidak memaksakan diri untuk datang, ini semua dipilih demi menjaga kondusivitas situasi di dua kota,” ucap Gogor.

Sementara menghadapi final leg kedua sore ini, tim PSIS Semarang terancam tidak diperkuat oleh beberapa pemain pilar mereka, termasuk dua pemain belakang M. Arifin dan Welly Siagian yang kemarin belum bergabung dalam latihan rutin.

Sebagai gantinya, di bench tim Mahesa Jenar masih ada M. Tegar untuk menggantikan Moch Arifin. Kemudian Andrianto bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Welly. Meski pemain muda, keduanya telah menunjukkan penampilan terbaik saat diturunkan. Keduanya siap bertanding.

”Kita masih menunggu hingga malam ini (kemarin malam, Red) sampai besok (hari ini, Red) mudah-mudahan pemain sudah komplet. Namun secara keseluruhan PSIS sudah siap menghadapi partai final,” terang juru ramu PSIS, M. Dofir.

Namun Dofir mengakui, di Stadion Manahan Solo nanti pihaknya mengemban misi berat bagi tim. Pasalnya, sepanjang tahun ini, Fauzan Fajri dkk belum pernah meraih satu kali kemenangan pun di markas Persis. Dalam dua pertandingan terakhir, PSIS hanya mampu bermain imbang 1-1.
”Kontrol emosi akan menjadi salah satu penentu hasil pertandingan final leg kedua. Saya minta para pemain tetap memiliki emosi, namun emosi untuk memenangi pertandingan, bukan untuk merusaknya,” bebernya.

Di lain sisi, rasa optimistis tinggi ada di benak tuan rumah Persis Solo. Target menang dengan jumlah selisih gol banyak dicanangkan oleh tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut. ”Kita sangat percaya diri sekali untuk melawan mereka di laga nanti, anak-anak bahkan sudah tidak bersabar untuk melawan mereka. Apalagi setelah di Solo kita kembali bermain di Semarang. Ya, sudah dihabisi saja di Manahan dengan banyak gol,” ucap pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo.

Demi mewujudkan ambisi itu, mantan juru taktik Persik Kediri itu bakal mengubah komposisi di lini depan. Jika biasanya pakem pada satu penyerang, kali ini duet striker Fery Anto dan Saddam Husein sebagai ujung tombak. Keduanya saat ini jadi top skor tim dengan empat gol.

Bahkan Fery memborong tiga gol saat menyingkirkan PSCS Cilacap di semifinal. Berkurangnya personel di lini tengah membuat Aris Budi sedikit melakukan perubahan. Kapten Bayu Andra diharapkan mampu menyuplai aliran bola ke duet penyerang dibantu winger Dedi Cahyono dan Andrid Wibawa, serta gelandang bertahan Abdi Gusti. Sedangkan kiper Agung Prasetyo akan mendapat perlindungan dari kuartet defender Akbar Riansyah, Susanto, Rico Fernanda serta Qoiron Sandy.

”Target tetap di Ferryanto dan Sadam. Nanti bisa kita ubah permainan jika butuh perubahan, Sadam bisa jadi motor serangan nanti dengan kita geser ke belakang. Yang terpenting kita harus menyerang sejak awal,” pungkasnya. (bas/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.