Ke Suriname, Tawarkan Paket Wisata

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Banyaknya warga Suriname yang merupakan keturunan imigran dari Jawa membuka peluang tersendiri. Jateng siap menawarkan paket khusus wisata bagi warga Suriname yang kangen dengan tanah Jawa dan ingin menelusuri silsilah leluhurnya. Tak hanya itu, pemprov juga akan membuka hubungan dagang di bidang pertambangan dan elektronik.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya siap menawarkan paket khusus wisata kepada warga Suriname untuk datang ke provinsi ini. ”Paketnya bisa semacam wisata golek balung kanggo ngumpulke balung pisah,” ujar Ganjar saat dihubungi semalam.

Pemprov Jateng sendiri akan menjadi tamu kehormatan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriname pada acara Indo Fair 2015 di Suriname, September nanti. Acara tersebut merupakan ajang promosi perdagangan yang menampilkan produk-produk Indonesia.

Ganjar sendiri menyatakan akan hadir dalam acara tersebut. ”Kita memang sudah menjadwalkan kunjungan kesana. Perwakilan kedutaan dan tokoh sudah hadir kesini, jadi persiapannya memang sudah matang,” imbuhnya.

Dia menambahkan Suriname juga menjajaki dibukanya hubungan dagang dengan Jateng. Hal tersebut dibuktikan dengan diundangnya investor asal Jateng ke Suriname. ”Yang sedang dijajaki hubungan dagang di bidang pertambangan dan elektronik,” katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie (Persatuan Peringatan Imigrasi orang-orang Jawa di Suriname), Marciano R Dasai mengatakan pihaknya dan pemprov akan menggelar tur sejarah keluarga di mana satu sama lain dapat menelusuri jejak leluhur dan turunannya.

”Niat itu sudah kami miliki sejak lama. Kami orang Jawa di Suriname berharap suatu saat dapat melihat leluhur kami di sini (Jawa),” ungkap Marciano saat bertemu Gubernur Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

Marciano mengakui, perbedaan bahasa dan jarak yang sangat jauh menjadi kendala untuk merealisasikan niat tersebut. Beruntung Gubernur Jateng memberikan lampu hijau sehingga nantinya warga keturunan Jawa di Suriname dapat mengunjungi Jawa untuk mencari asal-usul nenek moyang mereka. ”Sebenarnya kita bisa bahasa Jawa tapi bahasa Jawa Ngoko. Bahasa yang kami gunakan sehari-hari adalah bahasa Belanda,” terang pria yang telah menamatkan kuliah strata 2 Teknik Arsitektur UGM Jogjakarta itu. (ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -