Telaga Merdada Kian Kritis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BANJARNEGARA – Kekeringan juga melanda kawasan Dataran Tinggi Dieng. Bahkan, lahan pertanian di beberapa daerah terancam gagal panen. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan, petani menyedot air dari Telaga Merdada yang kondisinya juga sudah kritis.

“Daripada tanamannya mati. Kami mengambil air menggunakan diesel dan pipa,” ungkap Udi Purnomo, petani setempat.

Dengan kekeringan ini, kerugian petani bisa menjadi dua kali lipat. Apalagi lahan pertanian terkena embun upas. “Suhu dini hari bisa hanya empat derajat celcius, dan itu ancaman. Jika terkena, tanaman kentangnya bisa mati, tidak tumbuh sama sekali,” ungkapnya.

Sehingga, banyak pipa dan diesel yang dipasang oleh ratusan petani yang berada di telaga untuk menyedot air yang juga sudah semakin surut. Untuk bisa menyirami lahan pertanian, petani harus mengeluarkan modal cukup banyak. “Harus beli diesel, BBM, dan pipa mulai dari panjang 500 meter sampai 1 kilometer untuk sampai di ke lahan pertanian warga, semakin jauh semakin banyak modal,” jelasnya.

Sementara petani lainnya, Soleh menambahkan, usia tanaman kentang dan sayur milik petani rata-rata sudah usia siap panen. “Untuk kentang sudah usia 90 hari, tinggal beberapa hari lagi dipanen, saat itulah kebutuhan air sangat penting dan harus dipenuhi,” imbuhnya.

Sehingga, hal itu memicu sedimentasi atau pendangkalan terjadi lebih cepat. Camat Batur, Sila Satria beberapa waktu lalu mengatakan, luas telaga merdada sekitar 23 hektare tersebut sering terlihat dasarnya saat puncak kemarau tiba. (ctr/nun/jpnn/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -