UKM Harapkan Bantuan Riset Produk

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

POTENSIAL: Berbagai hasil produksi UKM dipamerkan dalam pembukaan Gelar Promo Industri Agro Jawa Tengah di Java Mall, kemarin (6/8). (Nurchamim/Radar Semarang)
POTENSIAL: Berbagai hasil produksi UKM dipamerkan dalam pembukaan Gelar Promo Industri Agro Jawa Tengah di Java Mall, kemarin (6/8). (Nurchamim/Radar Semarang)

SEMARANG – Tingginya biaya riset dinilai sebagai salah satu kendala pengembangan produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Kerjasama dari sejumlah universitas maupun pemerintah sangat diharapkan guna mengatasi masalah tersebut.

“Saat ini kami masih terkendala riset untuk pengembangan produk,” kata Amron, Pemilik produk makanan ringan berlabel Sutelo di sela pembukaan Gelar Promo Industri Agro Jawa Tengah di Java Mall, kemarin (6/8).

Pria yang sudah memulai bisnis makanan ringan berbahan dasar ketela sejak 4 tahun lalu ini mengungkapkan, untuk pemasaran saat ini pihaknya sudah tidak terkendala. Baik secara offline maupun online terbilang cukup lancar. “Kalau offline kita pasarkan ke sejumlah supermaket. Sedangkan online kami ada website dan beberapa media sosial lainnya. Dengan demikian, pemasaran kami bisa menjangkau hingga seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pun halnya dengan kendala kemasan. Ia mengaku masih belum dapat menggunakan kemasan fleksibel seperti yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi makanan ringan, karena keterbatasan biaya. “Kalau menggunakan kemasan serupa yang dipakai perusahaan besar, biayanya terlalu tinggi. Oleh karena itu kami akali dengan kemasan plastik dan kertas yang dikemas dengan desain yang menarik,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya mengaku masih terganjal tingginya biaya riset untuk pengembangan produk. Mulai dari pengembangan aneka rasa, maupun ketahanan produk tersebut. “Ciri khas kita ada pada kuatnya rasa rempah. Seperti rasa rendang, sambal, dan pedas original. Nah, kalau kita mau kembangkan rasa lain pasti butuh riset terkait jangka waktu tahan lama dan lain sebagainya. Ini yang masih jadi kendala,” tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Prijo Anggoro mengatakan, terkait keluhan pengembangan sumber daya manusia maupun produk, pihaknya akan mengadakan sejumlah pelatihan maupun kerjasama dengan pihak-pihak terkait. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -