Sehari, 50 Orang Tewas Akibat Narkoba

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

“Di Jateng kami mencatat setiap harinya ada 50 orang mati sia-sia akibat mengkonsumsi narkotika,”
Sutriyaningsih
Penyuluh Narkoba dari BNNP Jawa Tengah

SEMARANG – Masyarakat Jateng harus benar-benar mewaspadai peredaran narkotika berbagai jenis. Sebab, ketika sudah menggunakan bisa kecanduan dan berujung kematian. Bahkan, dari data BNNP Jateng, setidaknya 50 orang pengguna barang haram itu tewas setiap harinya. Angka ini bisa saja bertambah, mengingat saat ini peredaran narkotika sudah merajalela dan merambah masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

“Indonesia saat ini sudah darurat narkoba. Di Jateng kami mencatat setiap harinya ada 50 orang mati sia-sia akibat mengkonsumsi narkotika,” kata Penyuluh Narkoba dari BNNP Jawa Tengah, Sutriyaningsih dalam acara Penyuluhan Narkoba dengan tema “Generasi Emas, Generasi Sehat Tanpa Narkoba” di Kantor Kecamatan Semarang Barat, kemarin.

Sutriyaningsih menambahkan, modus pengedar narkotia untuk memasarkan barang haram itu cukup beragam. Bahkan, setiap tahun pengedar menggunakan modus operandi yang selalu berubah. Mulai diselipkan kedalam makanan, mainan bayi, dan masih banyak lagi. “Ini jelas sudah mengalami perubahan modus operasinya. Dan saat ini angka penggunaan narkotika cenderung meningkat,” imbuhnya.

Dari jumlah itu, 27 persen diantaranya korban penggunaan narkotika adalah mahasiswa serta pelajar. Meski begitu, sejauh ini pengguna masih didominasi kalangan pekerja. “Ini bisa saja sekarang berubah prosentasenya, karena pengedar sudah mengincar kalangan menengah ke bawah. Dan mahasiswa atau pelajar bisa jadi sasaran empuk,” tambahnya.

Ipda Mangun dari Binmas Polsek Semarang Barat mengatakan, masa remaja ini sangat rentan mengingat itu merupakan masa transisi saat anak menjadi dewasa. Untuk itu, orangtua harus benar-benar mewaspadai dan mengawasi anaknya agar jangan sampai terjebak kedalam barang haram tersebut. “Masa transisi ini sangat rawan, jadi harus benar-benar mendapat perhatian khusus. Jangan sampai terjebak dan mengkonsumsi barang haram itu,” katanya.

Ketua Panitia Penyuluhan Narkotika, Tresno Nur Irfan mengatakan, penyuluhan dilakukan sebagai upaya untuk membangun generasi muda yang bebas dari narkoba. “Ini merupakan salah satu project yang kebetulan dilakukan tim KKN di Semarang Barat. Selain itu juga bekerja sama dengan temen-temen di 16 Kelurahan yang ada di Semarang Barat untuk mengadakan sebuah acara yang unik,” katanya. (hid/fth)

Berita sebelumyaSambut SFI
Berita berikutnyaMahasiswa Tewas Diduga Dibunuh
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -