Terobsesi Gunung Mount Everest

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Anita Kusuma Wardhana

JIWA selalu menggelitik untuk melakukan perjalanan yang menantang. Apalagi kalau sudah bertemu dengan gunung. Bawaannya selalu ingin menaklukkan dan mendakinya. Hingga saat ini, sudah berhasil mendaki 10 gunung yang memberinya pengalaman menarik.

Adalah Anita Kusuma Wadhana. Dara yang bergabung dengan Mahasiswa Pecinta Alam Kedokteran Unissula (Mapadoks) ini mengaku bisa mengagumi ciptaan Tuhan ketika berdiri di atas puncak gunung. Ada rasa puas yang sulit diungkapkan. Bahkan, perjalanan naik selama berhari-hari pun langsung sirna, ketika menginjakkan titik tertinggi gunung tersebut.

“Sudah sepuluh gunung yang sudah didaki. Pertama Gunung Merapi, Merbabu, Slamet, Arjuna, Lawu, Sindoro, Perahu, Ungaran, sama apa lagi, ya. Lupa. Yang jelas September nanti mau naik Semeru,” ungkap bungsu dari dua bersaudara pasangan Sunarto dan Sri Haru Purwanti ini.

Dari semua gunung yang didakinya, Anita memiliki banyak pengalaman. Dari yang paling menyeramkan, hingga yang paling menyenangkan. Yang paling dia ingat, pernah bertemu dengan orang bule ketika naik di Gunung Arjuna. “Saya juga heran. Ada bule sendirian yang kelihatannya lagi kebingungan. Setelah diajak ngobrol, ternyata dia tersesat dan kehabisan bekal. Bule yang saya lupa namanya itu mengaku memang naik gunung sendirian. Awalnya, bersama tiga teman saya, sempet merinding juga. Tapi ternyata itu orang betulan. Malah kita naik sampai puncak bareng-bareng,” kenangnya.

Dara yang terobsesi ingin menaklukkan gunung tertinggi di dunia, Mount Everest ini, ternyata pernah menjadi delegasi Kartini Jungle Survival. Di gelaran itu, dia mendapat banyak ilmu mengenai bagaimana hidup di alam liar. Dari membuat jebakan untuk mendapatkan hewan sebagai makanan, mencari buah atau tanaman yang bisa dimakan, dan semua yang harus dilakukan di hutan ketika kehabisan bekal.

“Jadi selama lima hari, kami diajarkan segala cara untuk bertahan hidup. Jelas sangat senang dan akan berguna ketika naik gunung mendatang. Yang jelas, di baju saya sudah ada tambahan badge Yayasan Survival Indonesia. Ini prestis bagi pecinta alam,” papar mahasiswi Kedokteran Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang ini. (amh/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -