Trendi, Cocok Buat Mejeng

901
MULTIGUNA : Selain karena simpel, sneaker banyak disukai karena bisa dipakai untuk segala aktivitas. Mulai jalan-jalan, traveling, ke sekolah, hingga olahraga. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
MULTIGUNA : Selain karena simpel, sneaker banyak disukai karena bisa dipakai untuk segala aktivitas. Mulai jalan-jalan, traveling, ke sekolah, hingga olahraga. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

Sepatu jenis sneaker tengah digandrungi para kawula muda. Bentuk serta warnanya yang trendi, menjadi pilihan untuk menunjang penampilan. Lebih-lebih bahannya yang terbilang awet. Cocok dikenakan ketika mejeng, bahkan sebagai alas saat melakukan olahraga ringan.

SEPERTI Sri Hastuti. Gadis yang akrab disapa Tuti ini mengaku getol memakai sneaker. Bahkan sepatu jenis ini terbilang piranti wajib untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya. Selain lebih nyaman digunakan, sepatu casual sporty ini cocok dengan karakternya yang tomboy.

Admin di PT Harpindo Jaya Semarang ini memang dituntut lincah. Dia harus aktif bergerak sana-sini untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. “Karena itu, saya butuh sepatu yang fleksibel, ringan, sekaligus trendi. Soalnya kalau pulang kerja, sering langsung main. Jadi tidak perlu bawa sepatu tambahan yang khusus untuk mejeng,” ungkap wanita kelahiran Semarang, 28 Januari 1987 ini.

Multifungsi memang salah satu alasan Tutik mengoleksi sneaker. Hingga sekarang, hampir satu rak sepatu di rumahnya dihuni koleksi sneaker nya. Tutik mengaku suka memilih warna merah lantaran terkesan lebih bersih sekaligus eyecatching. Biasanya, jebolan Teknik Informatika Universitas Semarang (USM) ini berburu di toko ketimbang online. Selain bisa melihat bahan serta warna asli, dia bisa langsung memakainya tanpa harus menunggu paket kiriman dari pedagang online.

“Kalau di online rasanya kurang mantap. Tidak bisa melihat langsung. Kadang warna yang ditampilkan dengan aslinya agak beda. Belum lagi bahan, jahitan, atau kualitas yang tidak bisa diuji langsung. Belum lagi harus nunggu dikirim,” ungkapnya.

Biasanya, Tutik menambah satu sneaker saban bulan. Setelah gajian, tidak jarang gadis ini langsung menyambangi toko sepatu untuk mencari-cari siapa tahu ada yang new arrival. “Kalau pas tidak ada yang baru, cari yang sesuai selera saja. Tidak harus setiap bulan, kok. Pas tidak ada yang cocok ya tidak nambah koleksi,” ungkapnya.

Meski begitu, dia selalu punya ambisi beli sneaker ketika dibanderol diskon. Ya, Tutik yang selalu menganggarkan dana untuk fashion saban bulan ini merasa paling tidak tahan melihat diskon.

“Berburu diskon untuk membeli sepatu tidak menutup kemungkinan saya lakukan karena saya bisa menghemat beberapa nominal. Selain itu, saya juga mencari model yang terlihat mahal, karena sesuai prinsip saya model bagus tidak harus mahal sehingga saya selalu selektif untuk urusan beli sepatu yang saya pakai,” tegasnya.

Senada dengan Yogi Heru Darmawan. Dia mengaku getol mengenakan sepatu jenis sneaker. Sales Executive Hotel Ciputra Semarang yang hobi traveling ini memang butuh alas kaki yang nyaman tanpa mengesampingkan kesan fashionable.

“Biasanya untuk jalan-jalan. Ya ke mal, traveling, pokoknya pas ke luar rumah. Tapi tahu kondisi dan keadaan juga. Kalau pas di kantor ya pakai pantofel. Ke party, pakai yang lain lagi. Pokoknya menyesuaikan baju juga,” ungkap pria kelahiran Semarang, 15 Maret 1991 yang juga getol semua jenis sepatu.

Dia menceritakan, sudah suka sneaker sejak duduk di bangku sekolah. Setelah kuliah, karena dompetnya mulai banyak pemasukan, mulai lebih rajin belanja sepatu. “Kalau dulu lebih dikenal dengan sebutan sepatu kets karena memang pionernya merek Ked’s,” ucapnya.

Dia mengaku, setiap beberapa bulan sekali, menambah koleksi yang berkisar antara Rp 500 ribu – Rp 800 ribu. Harga seperti itu lanjutnya, terasa lebih nyaman digunakan. Apalagi untuk melakukan perjalanan cukup jauh. Empuk di kaki sehingga tidak cepat merasa pegal.

“Bahannya kan karet. Jadi enak kalau buat perjalanan jauh. Kalau pakai yang solnya keras, pasti cepat merasa capek,” pungkas Yogi yang lebih suka warna-warna basic seperti putih dan hitam. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.