Asperindo Pangkas Target Pertumbuhan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah memangkas target pertumbuhan tahun ini. Hal tersebut sebagai dampak dari tingginya nilai tukar dollar terhadap rupiah dan perlambatan ekonomi makro.

“Awalnya kami menargetkan pertumbuhan tahun ini mencapai 18 persen. Pada kuartal pertama bisa memenuhi target, namun kuartal kedua hingga akhir tahun nampaknya akan turun 3 persen. Sehingga hanya 15 persen saja,” kata Ketua DPW Asperindo Jawa Tengah Tony Winarno, kemarin (9/8).

Ia menyebutkan, akhir Juli terjadi penurunan omset pada sektor jasa pengiriman ekspress. Salah satunya disebabkan faktor musiman, yaitu pasca lebaran, dimana pengiriman mengalami penurunan hingga 10 persen. “Biasanya pengiriman memang meningkat sebelum lebaran, dan setelahnya agak menurun. Demikian halnya dengan tahun ini,”ujar Tony.

Namun demikian, hal tersebut akan kembali pulih pada bulan berikutnya. Menurutnya, penurunan pengiriman justru lebih disebabkan karena adanya perlambatan ekonomi makro serta tingginya nilai tukar dolar. Sehingga bila dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan sangat tidak signifikan. “Pada saat nilai tukar rupiah terhadap dollar masih di angka 11ribu, impor masih cukup baik, namun begitu memasuki 12ribu bahkan sampai 13ribu, impor langsung menurun. Dan ini tentunya sangat mempengaruhi jasa pengiriman ekspress,” ungkapnya.

Memang, lanjutnya, hal tersebut juga merangsang peningkatan ekspor. Kendati demikian, sebagian besar komoditas ekspor Indonesia masih berupa sumber daya alam. “Kalau sumber daya alam, agak susah menambah kuota. Beda halnya kalau yang diimpor hasil industri kreatif,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah lebih dapat mendorong pelaku ekspor, khususnya dibidang industri kreatif, agar lebih agresif dalam meningkatkan produk-produk mereka serta membuka pasar baru. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -