Guru Tewas Dibantai Seorang Pesikopat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Seorang guru bernama Endro Sulaktono, 45, warga Pejengkolan, Prembun, Kebumen, tewas dibantai di Desa Arjosari, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Minggu (9/8) sekitar pukul 20.30. Korban bersimbah darah akibat bacokan senjata tajam jenis parang.

Pelaku sadis tersebut adalah pria bernama Ipin, 24, yang diduga mengalami kelainan jiwa.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi bersimbah darah. Sedangkan istri korban menderita luka sabetan parang. Saat ini dirawat di RS Kebumen.

Tidak hanya itu, pelaku juga menyandera dua anak korban yang masih berusia tujuh dan lima tahun. Dalam insiden maut tersebut, tim Resmob Polres Kebumen menyergap pelaku. ”Melihat kedatangan polisi, pelaku yang masih menenteng parang dan pisau berteriak membentak petugas. Pelaku juga berusaha melawan dengan menyabetkan parang ke arah polisi. Beruntung sabetan parang hanya mengenai teralis jendela,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (10/8).

Dikatakannya, pelaku dalam peristiwa tersebut membabi buta dengan melempar barang-barang di dalam rumah tersebut ke arah polisi. Terpaksa, polisi menembak pelaku dari balik kaca jendela. Peluru panas menembus tangan kiri pelaku. Akibat tembakan tersebut, pelaku tersungkur sebelum akhirnya dibekuk. ”Saat kami tiba di lokasi kejadian, pelaku masih duduk di samping tubuh korban yang sudah meninggal. Sementara dua anak korban masih tersekap di dalam rumah tersebut. Kedua anak korban bersembunyi di kolong tempat tidur,” terang Willy.

Mulanya, sebelum kejadian, korban bersama istri dan dua anaknya sedang bertamu ke rumah seorang pensiunan guru bernama Satimin, 78, sekitar pukul 18.30. Kurang lebih pada pukul 19.45, korban bersama istri dan anaknya bermaksud pamit untuk pulang di rumahnya di Pejengkolan, Prembun, Kebumen. ”Baru saja berjalan kurang lebih enam meter keluar dari pintu rumah Satimin, tiba tiba pelaku mendatangi korban dan langsung menyabetkan parang ke arah korban. Korban dan pelaku tidak saling mengenal,” terang Willy.

Mendapati serangan itu, korban berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumah Satimin, bersama anak dan istrinya. Saat itu, istri korban terkena sabetan parang di bagian tangan, oleh pelaku. Korban terjatuh bersimbah darah terkapar di dalam ruang tamu. ”Korban yang sudah membabi buta, membuat penghuni rumah tidak bisa berbuat banyak,” imbuhnya.

Pelaku juga sempat menyumpal mulut korban korban menggunakan kain sembari terus membabi buta membacok menggunakan parang. ”Bahkan saat korban sudah meninggal, pelaku terus mengayunkan parangnya ke arah tubuh korban. Dua anak korban yang masih berusia tujuh dan lima tahun bersembunyi di bawah kolong tempat tidur di kamar yang tak berpintu,” kata Willy.

Warga dan pemilik rumah melaporkan kejadian itu ke Polres Kebumen, sebelum akhirnya pihaknya meluncur ke lokasi kejadian. ”Kami masih melakukan pendalaman penyelidikan. Pelaku saat ini dirawat di RSUD Kebumen,” imbuhnya.

Kapolres Kebumen AKBP Faisal, mengatakan berdasarkan keterangan saksi warga sekitar, pelaku tiga tahun terakhir menderita depresi berat dan suka mengurung diri. ”Kami masih memastikan kondisi kejiwaan pelaku, dengan menunggu hasil pemeriksaan dokter ahli kejiwaan. Pelaku saat dimintai keterangan tidak nyambung,” katanya. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -