Sekilo Rp 100 Ribu, Pembeli Sepi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

HARGA DAGING_NURCHAMIM (3)-web

SEMARANG – Puluhan pedagang daging sapi di Pasar Karangayu Semarang mengeluhkan sepinya pembeli. Hal itu terjadi karena naiknya harga daging sapi yang berimbas pada turunnya jumlah pembeli. Pedagang daging sapi mengaku rata-rata hanya melayani pembeli yang sudah langganan atau pesanan dari pedagang bakso dan warung makan.

Salah seorang pedagang Qodir, 53, mengatakan harga daging yang biasanya berkisar Rp 93 ribu hingga Rp 95 ribu rupiah, naik menjadi Rp 100 ribu per kilogramnya. “Naiknya harga itu sangat memberatkan bagi pembeli,” katanya.

Lebih lanjut Qodri mengaku naiknya harga daging sapi ini sudah terjadi sejak dua minggu lalu dan hingga kini harganya masih tetap di kisaran Rp 100 ribu rupiah. “Tentunya membuat sebagian besar pedagang mengalami penurunan bahkan sejumlah pembeli terpaksa tutup lebih awal, karena sepinya pembeli,” ungkapnya.

Kenaikkan harga daging, ungkapnya, terjadi karena dari petani sapi sudah menaikkan harga karena stok sapi mengalami penurunan di rumah pemotongan hewan. Terlebih di Rumah Pemotonngan Hewan (RPH) ongkos potongnya juga mengalami kenaikkan.

“Sehingga secara otomatis membuat omzet dari pedagang daging sapi turun drastis hingga stok dagangan setiap harinya sisa,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Jateng, Prjo Anggoro mengaku telah menjami ketersediaan daging sapi masih aman hingga dua bulan ke depan dan Pemerintah Provinsi siap memenuhi kebutuhan daging daerah lain jika memang dibutuhkan. “Ketersediaan daging di jateng saat ini mencapai 29.000 ton dengan tingkat kebutuhan rata-rata per bulannya mencapai 5 ribu ton,” katanya. (hid/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -