Arogan, 8 Debt Collector Diamankan Polisi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

GAYAMSARI – Sebanyak delapan debt collector terjaring razia oleh tim Reskrim Polsek Gayamsari Semarang. Para debt collector belakangan dinilai sering bertindak arogan dengan merampas motor di jalanan.

Saat petugas datang Selasa (11/8) siang, sejumlah pria yang mangkal sembari menenteng buku tebal berisi deretan nomor polisi di Jalan Citarum Semarang, kalang kabut. Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran dengan aparat kepolisian. Namun akhirnya para debt collector tersebut berhasil ditangkap.

Sejumlah aparat kepolisian langsung menggeledah tas dan peralatan yang dibawa para debt collector. Selain di Jalan Citarum, razia juga dilakukan di Jalan Kartini. Sedikitnya delapan debt collector digelandang ke Mapolsek Gayamsari Semarang untuk dimintai keterangan. ”Saya kira hendak dikeroyok warga, jadi, saya lari Pak,” ujar salah satu debt collector, Afrian Efendy, 25, berdalih kepada aparat kepolisian.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dili Yanto mengatakan, razia tersebut bertujuan untuk mengantisipasi tindak kekerasan yang kerap dilakukan oleh debt collector. ”Sering ditemui kejadian penarikan motor secara paksa di jalanan. Penarikan tersebut cenderung mengarah kepada tindakan pidana perampasan,” katanya.

Dijelaskannya, penarikan motor kredit yang dilakukan secara paksa tidak diperbolehkan. Hal itu melanggar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan. ”Adanya peraturan Fidusia tersebut, pihak leasing atau kreditur tidak boleh meminta paksa melalui debt collector,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, penyitaan motor kredit bisa dilakukan oleh pengadilan. Setelah dilakukan penyitaan oleh pihak pengadilan, selanjutnya pihak pengadilan memberikan denda kekurangan pembayaan kredit motor tersebut. ”Apabila masih terdapat debt collector yang mengambil paksa kendaraan bermotor kredit, mereka bisa dikenakan pasal 365 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.

Terkait delapan orang debt collector tersebut, pihaknya melakukan pendataan dan pembinaan. Dili meminta para debt collector tidak melakukan penyitaan secara paksa. ”Kami hanya memberi pembinaan dan pendataan. Setelah itu, mereka diperbolehkan pulang,” katanya. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -