Tak Punya Biaya, Lahirkan Bayi di Emper Toko

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...
BAHAGIA: Hartini dan bayi mungilnya saat dirawat di RSUD Salatiga sebetelah sebelumnya melahirkan di emperan took, kemarin. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang) BAHAGIA: Hartini dan bayi mungilnya saat dirawat di RSUD Salatiga sebetelah sebelumnya melahirkan di emperan took, kemarin. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)[/caption]

SALATIGA – Suasana di jalan Pemotongan, tepatnya depan kantor Disperindagkop Kota Salatiga, kemarin geger. Penyebabnya seorang perempuan, Hartini, 20 tiba-tiba kesakitan dan melahirkan bayi di emperan toko. Bayi yang dilahirkan bisa selamat setelah polisi membawa perempuan itu ke RSUD Salatiga.

Saat ini Hartini, 20, bersama bayinya dirawat di ruang 3 Bangsal Bayi di RSUD. Dia didampingi suaminya, Andi Wibianto, 34, warga Juwana, Pati yang selama beberapa waktu terakhir menjadi pemulung di Salatiga. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir selamat dengan berat 2.7 kg dan panjang 44 sentimeter.

Hartini mengatakan, sebelumnya ia dan suaminya bermaksud menjual rosok hasilnya memulung. Saat sampai di jalan Pemotongan, Hartini merasa kesakitan dan memilih istirahat di emperan toko, tepatnya didepan warung Eskimo. “Setelah suami pergi, tiba – tiba perut sakit. Setelah itu ketuban pecah dan seketika itu bayinya keluar. Saya masih memakai celana,” kata Hartini sambil memandang bayi yang berada disampingnya.

Ia mengaku tidak mengetahui usia kandungannya sampai dengan kejadian. Bahkan sehari sebelumnya, mereka berencana pulang ke Pati karena perut Hartini sudah sering sakit. Setelah bayi keluar, warga setempat berusaha membantu dan akhirnya datang aparat kepolisian yang langsung membawa Hartini bersama bayinya ke IGD RSUD.

Pada saat itu, tali pusar bayi belum putus. Akhirnya tim medis RSUD yang melakukan pemotongan tali pusar sekaligus memeriksa dan memastikan rahim ibu bayi bersih. “Begitu datang, kami melalkukan tindakan dan memeriksa ibu bayi untuk memastikan kesehatan bayi dan ibunya kedepan,” imbuh Titik, kepala bangsal bayi RSUD.

Sang suami, Andi menambahkan jika selama ini keduanya tidur di sekitar SPBU. Mereka baru sekitar seminggu berada di Salatiga. Sebelumnya, mereka telantar di Klaten. “Saya berusaha bekerja namun dengan hasil sehari 40 ribu, bagaimana bisa memeriksakan istri ke dokter? Untuk makan saja pas pasan,” ujar dia. Ia pun mengaku pasrah dengan kondisinya saat ini.

Direktur RSUD, Agus Sunaryo mengatakan, pasangan Andi dan Hartini tidak perlu memikirkan biaya perawatan karena sudah ditanggung khusus untuk golongan PGOT (Pengemis, gelandangan dan orang terlantar). “RSUD tetap mengedepankan fungsi sosial,” jelad Agus di ruang kerjanya.(sas/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -