Tolak Radikalisme lewat Kampanye Poster

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DAMAI: Beberapa mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa Peduli Bangsa membentangkan poster-poster antiradikalisme di kampus UIN Walisongo, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DAMAI: Beberapa mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa Peduli Bangsa membentangkan poster-poster antiradikalisme di kampus UIN Walisongo, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Gabungan dari mahasiswa berbagai universitas di Kota Semarang mengatasnamakan Mahasiswa Peduli Bangsa dan Garda Indonesia melakukan aksi menolak radikalisme. Aksi yang dilaksanakan di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo tersebut dilakukan oleh beberapa mahasiswa dengan damai.

Pada aksi tersebut beberapa mahasiswa membawa poster-poster bertuliskan penolakan terhadap paham radikalisme. Koordinator dari Garda Indonesia, Fahmi Idris mengatakan akhir-akhir ini toleransi dan kerukunan umat beragama sedang diguncang sebagai peristiwa yang mengancam integrasi bangsa.

”Insiden pembakaran tempat ibadah di Kabupaten Tolikara, Papua mengundang rasa keprihatinan bersama apalagi peristiwa itu terjadi di tengah umat Islam sedang menunaikan salat Idul Fitri 1436 H. Insiden Tolikara Papua menandakan lemahnya toleransi antarumat beragama. Oleh karenanya, kami melakukan kampanye damai dan positif dengan menyebarkan poster merata dan meluas ke seluruh Kota Semarang dan sekitarnya untuk penyegaran kembali sikap toleransi terhadap kehidupan umat beragama,” ujar Fahmi, Rabu (12/8).

Aksi dilakukan dengan memberikan poster (Aksi Poster Damai Dan Menolak Radikalisme) kepada perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Walisongo Semarang. Selain itu poster tersebut diberikan kepada berbagai elemen mahasiswa (BEM) dan organisasi kepemudaan seperti PMII, IPNU, IPPNU, KMNU, HMI se-Kota Semarang.

”Kami juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan jihad terutama dari kelompok Islam garis keras yang saat ini sedang gencar merekrut anggota, seperti ISIS. Kami juga mengingatkan segenap masyarakat Islam terutama mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh dengan ajakan berjihad yang tidak benar,” katanya.

Sementara itu, Koordinator dari Mahasiswa Peduli Bangsa, Nur Hadi Prasetyo, mengatakan aksi tersebut sebagai wujud bentuk ajakan kepada civitas akademika kampus dan masyarakat Semarang agar memiliki sikap dan pemikiran yang berpihak pada toleransi dan kedamaian.

”Dalam konteks ini pula, kami menolak ISIS yang mengatasnamakan jihad. Bagi kami, Islam itu merangkul bukan memukul, Islam itu membina bukan menghina, Islam itu memakai hati bukan mencaci maki. Kami menolak radikalisme agama dan tindak kekerasan, kami butuh Islam yang ramah bukan Islam yang marah. Kami bertekad dan menjaga kehidupan di Semarang berlangsung damai, aman dan nyaman. Hidup rukun meski berbeda,” katanya. (ewb/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -