Aborsi Mahasiswi Akper Terbongkar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG TENGAH – Seorang mahasiswi salah satu Akademi Keperawatan (Akper) swasta di Kota Semarang diketahui hendak melakukan aborsi dengan cara menenggak obat penggugur kandungan yang dijual secara online. Namun upaya aborsi gagal. Bayi justru lahir selamat meski usia kehamilan masih tujuh bulan. Bayi laki-laki mungil tersebut dilahirkan secara paksa oleh ibunya seorang diri di dalam kamar kos.

Diduga karena bingung, bayi laki-laki tersebut kemudian dibungkus kardus minyak goreng dan diletakkan di samping minimarket tak jauh dari Rumah Sakit Telogorejo Semarang, Kamis (13/8) dini hari oleh si ayah bayi berinisial RM, 20, juga mahasiswa Akper yang sama.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kasus percobaan aborsi ini terbongkar saat RM, asal Salatiga dini hari itu menyerahkan kardus berisi bayi laki-laki kepada salah satu petugas keamanan di RS Telogorejo Semarang. Kepada petugas keamanan, RM mengaku menerima kardus berisi bayi tersebut dari seorang pengendara motor tak dikenal. Ia mengaku kebingungan dan menyerahkan bayi tersebut kepada petugas keamanan RS di Jalan KH Ahmad Dahlan Semarang tersebut. Oleh pihak RS, kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Semarang Tengah.

Petugas Reskrim Polsek Semarang Tengah yang menerima laporan langsung meluncur ke RS Telogorejo. Polisi melakukan identifikasi dan memintai keterangan saksi. RM juga dimintai keterangan terkait kardus berisi bayi itu. Namun selama proses identifikasi, tim kepolisian mengendus adanya kejanggalan sehingga melakukan pengusutan. Gelagat RM juga mencurigakan. Petugas Reskrim Polsek Semarang Tengah tak mau dikelabui.

Usai dilakukan rekonstruksi, pihak kepolisian semakin yakin bahwa RM menyimpan skenario dalam pembuangan bayi itu. Benar, saat dilakukan penggeledahan di rumah kos RM di daerah Kagok Dalam, Kecamatan Candisari, Semarang, aparat polisi menemukan sejumlah bukti terkait pengguguran kandungan.

RM semakin berkeringat dingin karena tidak bisa berkelit. Akhirnya, ia mengakui bahwa bayi tersebut dilahirkan oleh seorang mahasiswi Akper berinisial EL, warga Mijen Semarang, yang tak lain kekasihnya. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah dengan EL. Petugas pun tak menunggu lama, EL, yang tempat kosnya berdekatan, akhirnya ditangkap. Keduanya digelandang ke Mapolsek Semarang Tengah.

”Saat melakukan identifikasi, kami menemukan sejumlah kejanggalan dan gelagat mencurigakan yang ditunjukkan RM. Selain tubuhnya berkeringat, keterangannya juga terlihat direkayasa,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Tri Agung.

Dikatakan Tri Agung, RM dan EL berusaha menggugurkan kandungan dengan cara meminum obat. Kemudian mereka melahirkan bayi laki-laki berusia kehamilan 7 bulan secara paksa. Polisi juga menemukan jejak sejumlah barang yang digunakan EL untuk melahirkan paksa di kamar kosnya. ”Kondisi bayinya masih lengkap dengan ari-arinya. Kondisi bayi saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang ICU RS Telogorejo,” katanya.

RM sendiri mengaku, semula dia menaruh kardus berisi bayi lengkap dengan ari-ari itu di samping minimarket dekat RS Telogorejo. Setelah meletakkan kardus, RM lalu melapor ke petugas keamanan RS tersebut. Ia pun lantas mengarang cerita kalau kardus berisi bayi tersebut awalnya dibawa oleh seorang pengendara motor.

”Saya bingung mau dibawa ke mana bayinya. Setelah dilahirkan paksa, saya berinisiatif membawa bayi ini ke rumah sakit agar mendapat perawatan,” ujarnya.

Sementara EL mengaku belum siap mempunyai bayi dari buah hubungan dengan kekasihnya. Begitu mengetahui hamil, ia berusaha mencari informasi agar bisa menggugurkan kandungan. ”Saya belum siap. Kemudian membeli obat penggugur kandungan melalui online seharga Rp 1,5 juta. Obatnya diambil di Solo oleh RM. Saya sendiri menunggu di Salatiga,” ungkapnya.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono, mengatakan, saat ini keduanya telah dibawa ke Mapolrestabes Semarang. Kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang. ”Keduanya masih diperiksa lebih lanjut. Sedangkan bayinya masih dirawat di ICU RS Telogorejo,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -