Djoko: Kontraktor Jangan Dikriminalisasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Pekerjaan suatu proyek infrastruktur pemerintah yang dikerjakan kontraktor sebenarnya telah diatur dan terikat dalam perjanjian kedua belah pihak dan hal tersebut dianggap masuk dalam undang-undang hukum perdata.

Demikian dikatakan Ketua DPD Gabungan Pengusaha Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Jawa Tengah, H. Djoko Oryxahadi ketika meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengkriminalisasikan para kontraktor yang bermasalah dalam pengerjaan proyek infrastruktur pemerintah.

”Seharusnya, apabila ada permasalahan diselesaikan dengan peraturan undang-undang perdata bukan pidana, karena sudah diatur dalam perjanjian kedua belah pihak (pemerintah dan kontraktor),” kata Djoko usai memberi sambutan Musyawarah Kerja Daerah IX/2015 Gapensi Jateng.

Djoko mengaku prihatin atas banyaknya kontraktor yang jadi tersangka ketika menjadi rekanan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur pemerintah. ”Kami menyesalkan banyaknya pengusaha konstruksi yang dikriminalisasikan. Kami sudah melakukan kajian-kajian terhadap kriminalisasi terhadap pengusaha jasa konstruksi itu,” akunya.

Djoko mengatakan, kerja sama antara pihak kontraktor dengan pemerintah dalam pembangunan proyek sudah jelas, yakni dalam bentuk perjanjian. Sehingga, apabila di kemudian hari terjadi wanprestasi atas perjanjian itu, maka upaya yang ditempuh adalah hukum perdata. ”Harusnya jika memang pekerjaan kurang, diminta melengkapi. Jika ada kelebihan bayar, ya dikembalikan. Sekarang kan tidak, sudah disuruh melengkapi dan mengembalikan, tapi juga dipidanakan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap pemerintah dan khususnya aparat penegak hukum bersama-sama melakukan kajian atas permasalahan ini dan mencarikan solusi terbaik. Menurutnya jika hal ini diteruskan, maka para pengusaha jasa konstruksi tidak dapat bekerja dengan tenang.

”Kontraktor dalam bekerja akan dalam bayang-bayang ketakutan, ini akan berdampak pada proses pengerjaan proyek,” tandasnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Masfui Masduki mengatakan, permasalahan pidana yang menyeret pengusaha jasa kontraktor memang sangat disayangkan. ”Hukum kontrak kan perdata, jadi ya harus ranahnya perdata. Bukan pidana seperti yang saat ini terjadi,” ujarnya.

Masfui menilai, dalam permasalahan tersebut, pihak kontraktor memang selalu menjadi korban apabila proyek yang ditanganinya bermasalah. (jks/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -