Saksi Akui Serahkan Dana untuk Seniornya

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KETERANGAN SAKSI: Sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi dana Bansos APBD Provinsi Jateng 2011 di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KETERANGAN SAKSI: Sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi dana Bansos APBD Provinsi Jateng 2011 di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Saksi yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Abdul Malik mengakui telah menyerahkan dana bansos kepada seniornya. Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan dengan pemeriksaan saksi atas dugaan penyimpangan penyaluran dan pengelolaan dana bantuan sosial (Bansos) APBD Provinsi Jateng tahun 2011 kembali digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (13/8) kemarin.

Dugaan penyimpangan tersebut menyeret lima aktivis HMI UIN Walisongo Semarang, menjadi terdakwa. Adalah Aji Hendra Gautama, Azka Najib, Agus Khanif, Musyafak, dan Farid Ihsanudin.

Sedangkan dalam sidang tersebut, selain memeriksa saksi Abdul Malik, yang diperiksa adalah Kabag Anggaran dan Keuangan Pemprov Jateng (mantan Kabag Akuntansi Pemprov Jateng), Sumarno; Staf Biro Keuangan Pemprov Jateng, Danang Ari Prabowo; Staf Biro Binsos Pemprov Jateng, Arif Husni; Kasubag Pelaporan Biro Bangda (Pembagunan Daerah) Pemprov Jateng, Nurdiyana; dan Pegawai Pemrov Jateng, Ibnu Tarto.

Abdul Malik dalam kesaksiannya mengakui bahwa dirinya telah mengajukan 6 proposal atas nama 6 lembaga. Dari jumlah itu, seluruh dana diserahkan kepada para seniornya, yaitu Tisna Anijaya, Dwi Yasmanto, Ulul Aufa, dan Fuad Abdullah.

”Saya serahkan ke mereka. Kemudian saya juga melakukan rekonstruksi kegiatan, agar seolah-olah ada kegiatan. Setelah saya serahkan, saya tidak tahu uang itu untuk apa,” kata Malik yang juga membenarkan bahwa seluruh kegiatan realisasi dana bansos adalah fiktif.

Dalam persidangan, Malik disebut-sebut sebagai orang yang meminta fotokopi KTP dan rekening dari para terdakwa. Namun, hal itu dibantah Malik saat diperiksa majelis hakim. ”Saya dan para terdakwa adalah sama-sama kader di HMI Walisongo Semarang. Sama-sama aktivis. Saya tidak menerima uang bansos dari terdakwa, tetapi saya hanya menerima titipan saja,” ujarnya.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa Azka Najib, Agus Khanif dan Musyafak menyebutkan bahwa Abdul Malik juga mengoordinaasi proposal bansos. Namun, lagi-lagi hal itu dibantahnya.

”Saya tidak mengoordinir, tidak meminta rekening atau menerima uang dari terdakwa. Sebenarnya posisi saya seperti para terdakwa, saya juga menerima dana bansos dan dana itu saya serahkan ke senior HMI Walisongo,” sebutnya.

Malik menegaskan bahwa dia diminta oleh senior-seniornya di HMI Walisongo untuk melengkapi berkas laporan pertanggungjawaban agar tidak muncul masalah. ”Yang pinjam KTP dan rekening adalah Tisna Amijaya. Dan yang mengarahkan rekonstruksi kegiatan agar seolah-olah ada adalah Fuad Abdullah,” ungkapnya.

Saksi lain Danang Ari Prabowo yang juga anggota tim pengkaji proposal mengaku memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Biro Binsos yang ditandatangani Sekda Jateng. Ia juga mengaku menghadiri rapat tim pengkaji 2 sampai 3 kali.

”Saya menerima honor Rp 1,5 juta sebagai tim pengkaji. Rapatnya cuma mendengarkan tayangan slide yang sudah disiapkan. Ada nama-nama pemohon proposal dan besaran bantuan dalam slide tersebut,” kata Danang.

Danang juga mengaku perannya sebagai anggota tim pengkaji untuk melihat dan turut menyetujui apa yang disampaikan pimpinan. ”Kami semua pasif, sebagai anggota tim pengkaji. Rapat dipimpin Pak Joko Suryanto, kami hanya menyetujui rapat. Ada 100 proposal yang dibahas,” ujarnya.

Danang mengatakan, bahwa nota dinas persetujuan proposal bansos memang diketik olehnya. Akan tetapi, semua nota dinas ditandatangani dan diperintahkan oleh Kabiro Keuangan yaitu Agoes Soeranto. ”Termasuk penentuan nominal bansos,” ucapnya. (jks/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -