Tawarkan Wisata Alam dan Sejarah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DESTINASI BARU: Bupati Kendal saat melihat bekas tapak kuda di desa wisata Dewi Sembrani yang ada di  Desa Pasigitan dan Desa Leban Kecamatan Boja. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DESTINASI BARU: Bupati Kendal saat melihat bekas tapak kuda di desa wisata Dewi Sembrani yang ada di Desa Pasigitan dan Desa Leban Kecamatan Boja. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Potensi wisata di Kabupaten Kendal memikat investor untuk menanamkan modalnya. Salah satunya di Desa Pasigitan dan Desa Leban, Kecamatan Boja. Areal bekas galian C di desa tersebut disulap menjadi objek wisata alam yang indah dan wisata sejarah. Di tempat tersebut pula investor membuka arena berkuda. Konon di sungai Kedung Doro di kawasan tersebut memiliki cerita mistis, yakni merupakan petilasan tapak kaki kuda Sembrani yang menjadi tunggangan Nyi Sumirah pada zaman Kerajaan Majapahit tahun 1478 silam. Di tempat tersebut pula menyimpan potensi wisata budaya berupa petilasan Ki Hajar Buntit dari Kerajaan Majapahit.

Investor Desa Wisata Dewi Sembrani sekaligus pemilik Santosa Stable, Ana Santosa, mengatakan, jika wisata alam dan sejarah yang ditawarkan sebelumnya hanya diketahui masyarakat sekitar. Dengan kekayaan alam yang ada, dirinya mencoba untuk mengangkat potensi Desa Pasigitan dan Desa Leban sekaligus melestarikan budaya yang ada. “Di tempat ini masih kental dengan seni opak abang atau ketoprak yang diriingi musik rebana. Potensi alam dan budayanya sangat mendukung belajar berkuda,” katanya.

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti saat meninjau lokasi kemarin mengaku sangat mendukung dengan adanya desa wisata yang diberi nama Dewi Sembrani dan Santosa Stable di wilayahnya lantaran bisa menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Kendal. “Pemkab akan memberikan dukungan berupa infastruktur dan pelatihan kepada warga sekitar. Sehingga mereka tidak hanya jadi penonton saja, tapi bisa bergelut di industri pariwisata yang ada,” tuturnya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Agus Rifai. (den/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -