Pemalsu Data PNS Staf DKK

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA – Oknum PNS Kota Salatiga yang diduga memalsukan data kepegawaiannya mulai terbongkar. PNS itu merupakan staf unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang menginduk di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga.

Kepala DKK Kota Salatiga, dr Sovie Harjanti mengaku sudah mendapatkan laporan tersebut. Pihaknya langsung melakukan langkah sesuai regulasi. “Atasan langsungnya sudah kami panggil dan dimintai keterangan mengenai permasalahan ini,” kata Sovie, kemarin.

Selain itu, oknum PNS juga dipanggil dan dimintai keterangan oleh DKK Jumat (14/8) kemarin. Seharusnya pemeriksaan dilakukan langsung oleh kepala DKK namun karena ada paripurna istimewa DPRD guna mendengarkan pidato presiden, maka pemeriksaan dilakukan oleh sekretaris DKK di kantornya. “Kami hanya ingin mengklarifikasi, benar tidaknya permasalahan yang dilaporkan ini. Kami tidak bisa menyimpulkan benar salahnya sebelum mengetahui cerita langsung dari semua pihak terkait,” imbuhnya.

Sovie menambahkan, pihaknya akan melakukan sesuai dengan regulasi yang ada. Termasuk melaporkan hasil pemeriksaan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang oknum PNS Kota Salatiga saat ini status kepegawaiannya diujung tanduk. Pasalnya, dia dicurigai telah memalsu data diri untuk kepentingan pribadinya, yakni menikah lagi meski sebelumnya telah memiliki istri yang masih resmi dan sah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kasus ini berawal saat oknum tersebut menikahi secara resmi perempuan idamannya di daerah Bawen, Kabupaten Semarang dan disebutkan mengaku sebagai pegawi puskesmas di Cepu. Saat mengurus administrasi pernikahan tersebut, ia mengaku sebagai duda dan dilengkapi dengan surat keterangan yang mendukung statusnya.

Saat istri barunya ini hamil, oknum ini malah menghilang dari rumahnya di Bawen. Hal itu membuat kebingungan keluarganya, dan memutuskan untuk mencarinya sampai ke Salatiga. Namun justru terkejut karena mendapati fakta jika suaminya ternyata masih berstatus menikah resmi.(sas/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -