Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Keinginan masyarakat Kendal untuk memiliki pelabunan akhirnya benar-benar terwujud. Pelabuhan yang mulai dibangun sejak tahun 2003 akhirnya bisa dioperasikan bulan ini. Pemerintah Kendal mengklaim sudah mengantongi ijin operasional dari Kementrian Perhubungan.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan, peresmian pelabuhan akan dilakukan dalam waktu dekat antara tanggal 16 Agustus atau 21 Agustus mendatang. Ijin operasional sudah keluar setelah sempat alot dan lama prosesnya di Kementrian Perhubungan. “Setelah mediasi, Kementrian Perhubungan setuju memberikan ijin operasional. Yang jelas bulan ini sudah bisa untuk beroperasi,” katanya, kemarin.

Windya menambahkan, dengan beroperasinya pelabuhan jelas bakal mendongkrak sektor ekonomi masyarakat Kendal. Selain itu juga bisa mendongkrak sektor pariwisata. “Transportasi laut bisa dipindahkan ke Kendal karena padatnya Tanjung Emas. Pelabuhan ini juga bisa menyerap sedikitnya 600 ribu tenaga kerja dengan adanya sektor industri di kawasan ekonomi Kendal,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Subarso mengatakan, pembangunan Pelabuhan Kendal menelan biaya sebesar Rp 645 miliar. Dana itu untuk pembangunan terminal penumpang dan niaga dengan luas lahan sekitar 63 hektar. “Akses jalan, dermaga, bangunan, Breakwater, pembebasan lahan telah dilakukan dan siap dioperasionalkan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pembangunan dermaga niaga terus dikerjakan dan ditargetkan rampung 2016 mendatang. Rencananya pembangunan bakal dilakukan di lahan seluas 400 hektar termasuk untuk terminal petikemas. Terkait pengelolaan akan dikelola penyebrangan akan dikelola Pemkab, sementara untuk pelabuhan niaga dikelola BUMD dan pihak ketiga. “Sudah ada kapal kali bodri, tapi kami mengajukan permintaan satu kapal lagi kapal Jantra yang punya kapasitas penumpang yang lebih besar dengan tujuan Kendal – Kumai. Rencananya akan ada 200 kapal niaga yang akan masuk ke Pelabuhan Kendal,” tambahnya.

Pengamat Transportasi Universitas Khatolik Soegijaprannata, Djoko Soetijowarno mengapresiasi dioperasionalkan Pelabuhan Kendal. Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sudah padat membutuhkan pelabuhan lain untuk mengurangi kepadatan lalulintas penumpang dan niaga. “Harus ada angkutan umum, minimal bus rapit transit untuk menunjang pelabuhan penyebrangan dan pekerja yang ada,” katanya.(den/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -