Lomba Gendong Istri Hingga Panjat Pisang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

foto A-lomba 17 an  (1)-web

MERIAHKAN TUJUHBELASAN : Lomba gendong istri yang digelar warga RT 3 RW IV Kelurahan Sendangmulyo dan warga Jangli Tlawah RT 10 RW.05 Kelurahan Karanganyar Gunung Kecamatan Candisari Kota Semarang berlomba panjat pisang untuk ikut memeriahkan  HUT RI ke 70. (Jon wahid/jawa pos radar semarang)
MERIAHKAN TUJUHBELASAN : Lomba gendong istri yang digelar warga RT 3 RW IV Kelurahan Sendangmulyo dan warga Jangli Tlawah RT 10 RW.05 Kelurahan Karanganyar Gunung Kecamatan Candisari Kota Semarang berlomba panjat pisang untuk ikut memeriahkan HUT RI ke 70. (Jon wahid/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Banyak cara dilakukan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI. Diantaranya dengan menggelar berbagai macam lomba. Seperti lomba gendong istri di Kelurahan Sendangmulyo dan lomba panjat pisang di Kelurahan Karanganyar Gunung.

Warga RT 3 RW IV, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, kemarin menggelar lomba sepakbola yang ibu – ibu dengan mengenakan sarung, selain itu ada juga lomba bapak menggendong istrinya. Perhatian warga tertuju ketika berlangsungnya lomba sepakbola ibu-ibu dengan mengenakan sarung. Suporter tidak hanya datang dari suami mereka tetapi warga ikut bersorak sorai.

Lomba yang dimulai pukul 08.00 tersebut mendapat sambutan dari warga sekitar, kemudian lomba dilanjutkan dengan tarik tambang yang dilakukan oleh warga yang kurus melawan yang gemuk.

Mereka bekerjasama untuk mengalahkan sehingga warga yang gemuk yang menjadi pemenangnya. Dan lomba berikutnya adalah mengambil koin di dalam terong. “Sebelumnya terong tersebut telah diberi arang sehingga ketika mengambil koin dengan menggunakan mulut maka mulut mereka menjadi hitam,” ungkap salah seorang warga, Santoso.

Kemudian lomba yang terakhir adalah lomba bapak-bapak mengendong istrinya. Dalam lomba tersebut seorang bapak mengendong istri masing-masing dengan jarak 10 meter, “Sebenarnya lomba ini menarik tetapi karena faktor usia sehingga membuat kami cepat lelah. Tetapi meskipun lelah kami tetap bersemangat,” ungkap Sugiono, kemarin. (hid/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -