Siswa SMP 7 Geruduk SMP 2

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA – Puluhan siswa SMP Negeri 7 Salatiga nyaris bentrok dengan siswa SMP Negeri 2 Salatiga, usai pulang sekolah sekitar pukul 11.00, kemarin. Aksi ini dugaan kuat dipicu lantaran ejekan yang dilakukan siswa SMP Negeri 2. Beruntung, sebelum pecah tawuran, kumpulan siswa sudah dibubarkan aparat kepolisian.

Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya puluhan siswa SMP 7 berkumpul di selasar Kartini yang berada tidak jauh dari SMP 2. Mereka hanya duduk-duduk sambil menunggu siswa SMP 2 yang telah mengejek mereka. Keberadaan mereka sudah diketahui siswa SMP 2, dan tidak ada yang keluar karena khawatir akan perkelahian.

“Anak-anak SMP 7 marah karena diejek sebagai siswa buangan siswa SMP 2. Lalu mereka mendatangi SMP 2. Tapi berhasil dibubarkan dulu aparat kepolisian,” terang salah satu pengajar yang enggan disebutkan namanya.

Kejadian tersebut telah di laporkan kepada kepala sekolah masing – masing untuk diantisipasi. Kondisi tersebut sempat membuat siswa SMP 1 yang masih satu lokasi dengan SMP 2 enggan keluar sekolah meski sudah pulang. “Ada masalah antara siswa SMP 7 dengan SMP 2, makanya kita tidak mau pulang dulu, khawatir kalau dianggap terlibat,” kata siswa kelas IX SMP 1, Firman.

Kumpulan siswa itu bubar saat aparat kepolisian mendatangi selasar Kartini. Meski tidak semua bubar dan masih ada beberapa yang tinggal di lokasi. Terlebih ada polisi yang berjaga karena pada saat yang sama ada halal bihalal guru di SD sekitar lokasi.

Kepala SMP 7, Anna Maria saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Kami telah mendapatkan laporan mengenai kejadian tersebut dari waka kesiswaan, rencananya Selasa akan kita selesaikan kekeluargaan antara SMP 7 dan SMP 2,” kata Anna Maria.

Jika menilik sejarah, SMP 2 dan SMP 7 sebenarnya bersaudara karena pada saat awal dulu sekitar tahun 1987, siswa SMP 2 dibagi dengan SMP 7. “Seharusnya malu kalau saling mengejek karena sebenarnya bersaudara,” kata Salatiga alumni SMP 7, Hidayati.(sas/fth)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. Jangan suka membuat faktayang mengada ada ya, faktanya smp 7 dahulu yang mengejek, bisanya hanya melecehkan agar mendapat rating koran saja. MEMALUKAN !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -