Marmo Diminta Teruskan Pembangunan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

HARAPAN WARGA: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro saat berkunjung ke Festival Pasar Apung di Banjir Kanal Barat, kemarin. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)
HARAPAN WARGA: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro saat berkunjung ke Festival Pasar Apung di Banjir Kanal Barat, kemarin. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG-Keindahan bantaran sungai Banjir Kanal Barat (BKB) yang tertata rapi dan besih hanya bertahan sebentar saja. Kini kondisinya memprihatinkan. Kotor, rumput liar tumbuh di sepanjang bantaran tanpa adanya perawatan dari pihak terkait. Lampu penerangan banyak yang padam tanpa ada pengecekan secara berkala. Padahal potensi wisata BKB sangat besar. Setidaknya bisa sebagai sarana masyarakat Kota Semarang untuk melepas penat.

Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri bagi Soemarmo Hadi Saputro, calon Wali Kota Semarang periode 2016-2021 yang kemarin berkunjung ke Festival Pasar Apung di BKB. “Tujuan saya ke sini sebenarnya untuk melihat kegiatan yang dilaksanakan komunitas Semarang (Festival Pasar Apung). Ini luar biasa, kegiatan ini bisa menyedot animo masyarakat begitu banyak. Tapi terus terang saya agak prihatin melihat kondisi BKB. Dulu saya bangun tempat ini bersama Pak Bibit (Gubernur Jateng saat itu Bibit Waluyo), dari Jatibarang sampai muara. Ketika jadi begitu bersih, tertata rapi dan apik. Tapi sekarang kok kotor, gulma-gulma (rumput liar) tumbuh subur tanpa ada pemangkasan,” terang pasangan Zuber Safawi dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang itu.

Jika memang diberi amanah masyarakat memimpin kembali Kota Semarang, Marmo, sapaan akrab Soemarmo, akan bekerjasama dengan provinsi dan melibatkan swasta untuk merawat bantaran BKB. “Saya ajak kerja bakti bareng-bareng agar BKB kembali bersih dan rapi. Jangan sampai seperti sekarang ini, tak terurus,” kata mantan Sekda Kota Semarang ini.

Selain menyoroti rumput liar, Marmo juga prihatin dengan lampu penarangan di sepanjang bantaran BKB yang juga tanpa ada perawatan. Banyak lampu yang tidak menyala dan dibiarkan begitu saja. Termasuk fasilitas publik yang masih begitu minim. “Harusnya di sini terang benderang. Termasuk tempat duduk bagi pengunjung yang masih minim. Bolehlah sekarang ada tanggul yang bisa diduduki, tapi itu kan kalau anak kecil justru bahaya. Ke depan harus ada shelter-shelter biar tidak panas. Ini aset yang mahal, BKB harus dioptimalkan,” tegas Marmo.

Selain BKB, program MAZU (Marmo-Zuber) ke depan adalah membangun sungai Banjir Kanal Timur. Rencananya akan dibuat seperti BKB. Selain untuk mengatasi banjir juga sebagai ruang publik. “Kemarin saya dialog bersama warga yang di dekat BKB, katanya ketika hujan sudah tidak takut, karena tidak banjir lagi. Tapi berbeda dengan warga yang di BKT. Jadi nanti ke depan program saya BKT menjadi prioritas,” katanya.

Dalam kunjungannya kemarin, Marmo yang didampingi sang istri Ny Hermin Soemarmo, berkeliling mengunjungi stan kuliner dan menyapa masyarakat yang tengah melihat festival tersebut. Banyak warga yang minta foto bersama calon wali kota yang diusung PKS-PKB itu. Marmo pun dengan ramah dan sabar meladeni warganya.“Pembangunannya dilanjut lagi ya pak,” ujar salah warga setelah foto bersama.

Susilowati, 42, warga Banyumanik juga berharap Soemarmo terpilih kembali menjadi Wali Kota. Menurutnya, pembangunan BKB bisa menjadi seperti sekarang ini adalah hasil kerja Soemarmo. “Saya dukung Pak Marmo, semoga bisa meneruskan progamnya, menata lagi Kota Semarang,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Ibnu, 31, sejak Soemarmo tidak menjabat, kondisi BKB menjadi terbengkalai, tidak terawat. “Semenjak Pak Marmo tidak menjabat, kondisi BKB kotor. Ada yang rusak juga dibiarkan,” kata Ibnu, yang saat itu juga menanyakan bentuk perhatian Soemarmo terhadap PSIS. Ibnu menanyakan langsung komitmen Soemarmo ketika terpilih nanti terhadap kemajuan PSIS. (zal/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -