Palsukan Ijazah Untuk Daftar DPRD

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Kasus dugaan pemalsuan ijazah dengan terdakwa Amik Kasiani akhirnya sampai di meja hijau. Eks Ketua DPRD Kendal ini untuk kali pertaMA menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kendal dengan majelis hakim Mulyadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kejari Kendal, Amirudin mengatakan, terdakwa Anik dijerat dengan dua pasal alternatif. Yakni Pasal 266 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pamalsuan dan penggunaan keterangan dan surat palsu. Ancaman pidananya tujuh tahun penjara.

Amirudin menjelaskan bahwa jika terdakwa Anik diduga telah menyuruh atau melakukan tindak pidana pemalsuan ijazah SMA. “Ijazah palsu tersebut kemudian digunakan Anik untuk mendaftarkan diri dalam pencalonan anggota legislatif DPRD Kendal periode 2009-2014,” kata Amir, Senin (17/8).

Anik mendaftarkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar menggunakan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan nomor seri ijazah/STTB: 01.OC.Oh.0702038. STTB yang dikeluarkan SMA Karya Nasional, Kecamatan Pulogadung, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta. “Dengan ijazah ini, Anik ditetapkan sebagai calon sah karena minimal syarat pendaftaran anggota legislatif adalah lulusan SMA sederajat atau kesetaran. Dalam Pileg 2009 tesebut, terdakwa Anik ia mendapatkan kursi cukup dan ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPRD,” imbuhnya.

Belakangan diketahui jika ternyata ijazah yang digunakna Anik ternyata adalah ijazah palsu. Sebab ijazah dengan nomor yang dimaksud yang dikeluarkan di Jakarta pada 31 Juli 2008 ternyata milik orang lain. “Yakni atas nama Suprayogi, siswa SMA Karya Nasional,” tambahnya.

Bukti itu diperkuat dengan surat keterangan bernomor: 069/-1.851.622 tentang Peserta Ujian Nasional Menginduk di SMA Negeri 36 Jakarta bukan atas nama Anik melainkan atas nama Suprayogi. Surat keterangan itu dikeluarkan pada 26 Juli 2013 ditandatangani Imran Matroji AS selaku Kepala SMA Negeri 36 Jakarta.

Anik didampingi pengacara menyatakan akan mengajukan eksepsi. Oleh Ketua majelis hakim, Mulyadi sidang ditunda untuk memberikan kesempatan kepada pengacara terdakwa untuk menyusun eksepsi atas dakwaan jaksa. “Sidang ditunda dan dilanjutkan Kamis (20/8) dengan agenda pembacaan eksepsi,” katanya. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -