Perang Diponegoro, Alun-Alun Mencekam

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KEMERDEKAAN : Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Kabupaten Batang dimeriahkan dengan pertunjukan kolosal perang Diponegoro dan lomba busana pejuang kemerdekaan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEMERDEKAAN : Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Kabupaten Batang dimeriahkan dengan pertunjukan kolosal perang Diponegoro dan lomba busana pejuang kemerdekaan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Dentuman meriam serta serentetan tembakan, menambah suasana mencekam selama Perang Diponegoro melawan Belanda di Alun-Alun Batang, Senin pagi (17/8) kemarin. Sebagian mengenakan pakaian tentara pejuang kemerdekaan RI, hingga pakaian Kerajaan Mataram, bersatu melawan penjajahan.

Itulah pertunjukan 30 menit karya anak-anak SMA di Kabupaten Batang, dalam upacara bendera memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-70, di Alun-Alun Batang, Senin pagi (17/8) kemarin. Bahkan, pertunjukan tersebut sempat menarik perhatian beberapa warga di sekitar Alun-Alun Batang.

Mulyadi,17, siswa SMA Negeri 1 Batang yang berperan sebagai tokoh Pangeran Diponegoro mengungkapkan bahwa baru kali ini ada pertunjukan drama dalam perayaan Kemerdekaan RI. Sedagkan tahun-tahun sebelumnya, upacara hari kemerdekaan dilakukan seperti biasa, tidak ada pertunjukan apa-apa.

“Karena itu, event kali ini kami menyiapkan dengan serius. Latihan perang-perangan dipersiapkan selama hampir dua bulan bersama sekolah lain. Dua minggu sebelum pelaksanaan upacara bendera, latihan dilakukan hampir setiap hari dan ini sangat mengesankan,” ungkap Mulyadi yang masih mengenakan pakaian Diponegoro.

Sedangkan dalam upacara kali ini, Kapten Inf Kuryadi dari Komandan Koramil Bawang bertindak sebagai komandan upacara bendera dan Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, selaku pembina upacara. “Memaknai kemerdekaan tidak sekadar melalui lomba saja, seperti berpakaian layaknya para pejuang kemerdekaan. Melainkan harus bisa menghargai jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Yakni, dengan terus meningkatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan,” kata Bupati Yoyok.

Menurutnya, sebagai bangsa yang merdeka dan sebagai penerus perjuangan para pahlawan, harus bisa mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa. Serta harus mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri, memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada satu negara.

“Karena itu, generasi muda harus memiliki semangat gotong royong, toleransi, musyawarah untuk mufakat dan Bhinneka Tunggal Ika untuk membangun kebersamaan negeri ini,” tegas Yoyok.

Sementara itu, anak-anak di gang 7 RT 09 RW 5 Desa Masin Warungasem Batang, menjelang detik-detik Proklamasi HUT RI ke-70 tahun ramai-ramai menerbangkan balon dengan ornamen merah putih, Senin (17/8) kemarin. “Ide membuat balon untuk memeriahkan Agustusan hanya berangkat dari keinginan yang sama untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI,” kata siswa SMP Salafiyah Pekalongan, Fikri, 14.

Pembuatan balon, kata Fikri, dikerjakan bersama-sama di rumahnya selama satu Minggu. Masing-masing patungan Rp 2 ribuan, sesuai kantong jajan mereka sehari-hari. Hasil patungan dibelikan bahan plastik untuk balon, lakban dan bendera merah putih kecil-kecil. Ada 6 balon, dan ada yang tingginya 2 meter sampai tinggi 7 meter, dengan rata-rata diameter 1,5 meter. Balon juga dikasih bandol bendera merah putih cukup banyak. Saat balon, mulai terbang puluhan warga bertepuk tangan menyaksikan dengan riang. (thd/han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -