Mabuk, Pengusaha Jotosi Karyawan BabyFace

484

BARUSARI – Seorang pengusaha berinisial RN, 35, dilaporkan kep Mapolrestabes Semarang, Selasa (18/8), lantaran membuat onar saat berkunjung ke tempat hiburan malam BabyFace di Jalan Puri Anjasmoro.

Ia dituding membuat onar di tempat hiburan malam tersebut dalam kondisi mabuk berat. Seorang karyawan di BabyFace, Septian Gita Saputra, 24, warga Bangetayu Wetan RT 19 RW 3, Kecamatan Genuk, Semarang, terpaksa mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh akibat dihajar oleh pengusaha tersebut. Di antaranya luka sobek di mulut sebelah kiri atas dan lehernya terasa sakit.”Saya dipukul berkali-kali menggunakan tangan kosong,” kata Septian saat melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.

Diceritakan Septian, insiden pemukulan itu terjadi pada Senin (17/8) pukul 02.00, tepatnya di depan tempat kasir BabyFace. Kejadian bermula saat terlapor bersama teman-temannya keluar dari salah satu room karaoke. Saat itu, saksi yang juga karyawati BabyFace, Kumiarti, 24, warga Tambak, Bandarharjo, Semarang, menanyakan kepada terlapor perihal tunggakan biaya paket karaoke yang belum dibayarkan oleh terlapor. Hal itu tercatat sebagai utang.

“Kami memang memiliki catatan utang pelanggan yang belum dibayarkan. Utang terlapor ditagih oleh saksi, agar dibayar. Totalnya kurang lebih Rp 15 juta. Itu biaya karaoke dan ladies pada kurun waktu bulan Mei dan Juni. Namun terlapor menolak membayar,” beber Septian.

Bukannya diselesaikan secara baik-baik, terlapor justru naik pitam dan marah-marah. Septian berusaha menjelaskan kepada terlapor. Namun justru terlapor tidak terima. “Dia mengancam saya akan dimatiin (dibunuh, Red). Sambil marah-marah, dia mencekik leher saya kemudian memukul berkali-kali menggunakan tangan kosong,” katanya.

Septian mengaku tidak mengira jika hal itu justru membuat terlapor mengamuk hingga melakukan penganiayaan. “Saya hanya bekerja, dia memang belum membayar dua kali sewa karaoke sebelumnya.” katanya.

Diterangkannya, terlapor memang sering datang ke BabyFace bersama teman-temannya. Ada sebanyak dua kali sebelumnya, terlapor belum membayar. “Awalnya dia bersama lima orang. Namun saat kejadian ia bersama tiga orang temannya, yang dua sudah pulang duluan. Dia dalam kondisi mabuk,” katanya.

Akibat penganiayaan tersebut, Septian mengalami luka sobek di mulut sebelah kiri atas dan lehernya terasa sakit. Selain itu, ia mengaku juga belum bisa berangkat bekerja. Berbekal surat berobat dari RS Telogorejo, Semarang, Septian melapor di Mapolrestabes Semarang atas kasus dugaan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP. Kasus ini masih diselidiki oleh aparat Reskrim Polrestabes Semarang. (amu/zal)