Sekolah Lima Hari Matikan Potensi Atlet

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng menilai kebijakan sekolah lima hari jika terus diterapkan bisa membunuh altet potensial di Jateng. Sebab, para atlet lebih banyak menghabiskan waktu di dalam sekolah untuk belajar dan mengorbankan jam latihan.

Ketua Komisi E DPRD Jateng, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya mengatakan, kebijakan sekolah lima hari menimbulkan kerugian bagi atlet. Ia mencontohkan, biasanya para atlet Judo selalu latihan jam 3-5 setiap hari. Tapi karena kebijakan baru itu, atlet harus latihan diatas jam 6, itupun dengan kondisi fisik capek. “Efeknya memang sudah terlihat, meski baru beberapa pekan diberlakukan. Jam latihan atlet banyak berkurang,” katanya, kemarin.

Yoyok Sukawi begitu panggilan akrabnya menambahkan, jika kebijakan ini benar-benar diberlakukan semua sekolah bukan tidak mungkin potensi besar atlet Jateng hilang. Meski begitu, pihaknya optimis kebijakan yang baru diujicobakan itu tidak bakal diperhatankan Pemprov karena penolakan di bawah cukup kuat. Masyarakat menilai kebijakan sekolah lima hari merugikan dan tidak cocok dengan kondisi kultur dan budaya di Jateng. “Hampir semua masyarakat menolak, entah dengan alasan apapun. Karena memang efeknya besar, anak-anak saja pulang sekolah kecapekan,” imbuhnya.

Dewan juga menyangkan penerapan kebijakan di daerah justru berbeda dengan SE yang dikeluarkan Gubernur Jateng. Sebab, dalam kenyataanya hampir semua daerah justru menerapkan untuk semua SMK dan SMA. Bahkan ada yang mulai menerapkan tingkat SMP dan SD. “Ini kan ada yang salah. Intruksi dari Gubernur ujicoba tapi diterapkan semua, sampai SD. Jadi saya lihat sekolah juga banyak yang lebay,” tambahnya.

Mestinya, sebelum menerapkan Dinas Pendidikan Pemprov Jateng lebih aktif untuk mensosialisasikan ke daerah. Hal ini dinilai sangat penting, agar penerimaan daerah sama dengan instruksi yang dikeluarkan Gubernur Jateng. Meski begitu ia cukup memaklumi kenapa daerah menerima intruksi dan menerapkan di semua sekolah. “Ya karena ini masa transisi, di mana mulai tahun 2016 seluruh SMA di daerah bakal diambil alih Pemprov. Mungkin itu juga yang menjadikan pertimbangan untuk menerapkan di semua sekolah,” kata Sekertaris Komisi E DPRD Jateng, Hasan Asyari. (fth/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -