74 Persen Peredaran Narkoba Sasar Usia Remaja

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Pengedar narkoba di Indonesia 74 persen menyasar mulai dari usia jenjang SD hingga SMA. Oleh karena ituu perlu kewaspadaan para orang tua dan guru di sekolah untuk mengawasi setiap perilaku anaknya.

“Saat ini Indonesia sudah masuk darurat narkoba seperti yang pernah disampaikan Presiden RI Jokowi dan sudah bukan lagi siaga narkoba. Karena Indonesia sekarang bukan hanya jadi persinggahan peredaran narkoba melainkan sudah menjadi produsen peredaran narkoba,” kata Penyuluh Narkoba Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Sutriyaningsih saat memaparkan bahaya narkoba pada Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan SMA dalam Upaya P4GN BNN Jateng, Rabu (19/8).

Dikatakan Sutriyaningsih generasi muda khususnya remaja SMA merupakan generasi emas yang diharapkan tetap sehat dan terbebas dari narkoba. Maka, mulai dari sejak sekarang ini para orangtua dan guru menjadi bagian penting untuk terus memantau generasi muda ini. “Pangsa pasar peredaran narkoba di Indonesia memang sangat mudah yang sasarannya anak muda. Apalagi di Indonesia dianggap peredaran narkoba yang paling murah dengan kualitas bagus. Contohnya, ganja dari Aceh saja sangat banyak diminati orang luar,” ujarnya.

Mudahnya narkoba memasuki usia remaja, lanjutnya, karena usia tersebut merupakan usia dimana masih mencari jatidiri serta mudah terpengaruh kondisi lingkungan. Apabila remaja tersebut berada pada lingkungan yang notabene terdapat pengguna, sangat potensial remaja tersebut juga akan menggunakan narkoba. “Mereka menganggap bila tidak memakai narkoba rasanya tidak seperti orang yang hebat. Dan 27 persennya pemakai narkoba adalah pelajar SMA,” jelasnya. Beberapa siswa yang mengikuti seminar tersebut merespon positif ajakan dari BNN untuk tidak menggunakan narkoba. (ewb/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -