Dibentuk Dadakan, Persiapan Hanya 10 Hari

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SERBA DADAKAN: Kelompok nasyid SMAN 2 Semarang: Alvina Oktinita Putri, Shafa Auliya Ramadani, Mutiara Noverita A, dan Anna Sufi Annisa. (NAFAFIRA VOICE FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERBA DADAKAN: Kelompok nasyid SMAN 2 Semarang: Alvina Oktinita Putri, Shafa Auliya Ramadani, Mutiara Noverita A, dan Anna Sufi Annisa. (NAFAFIRA VOICE FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kelompok nasyid putri SMA Negeri 2 Semarang, Nafafira Voice, belum lama lalu meraih juara II tingkat nasional. Padahal kelompok musik Islami ini hanya melakukan persiapan selama 10 hari. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

ALVINA Oktinita Putri, Shafa Auliya Ramadani (kelas XI), Mutiara Noverita A, dan Anna Sufi Annisa (kelas X) tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya saat dewan juri lomba nasyid tingkat nasional yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Bekasi, Jawa Barat pekan lalu, menobatkan kelompok vokal dadakan ini sebagai juara II. Ucapan syukur langsung terlontar dari mulut mungil keempat siswi SMA Negeri 2 Semarang tersebut.

“Alhamdulillah kami bisa juara II. Karena persiapan kami sangat mepet. Cuma 10 hari. Kami juga terbentuk secara dadakan,” ujar Alvina kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (19/8).

Diakui, dia dan tiga temannya memang sudah memiliki background olah vokal yang mumpuni. Alvina sendiri sebelum bergabung dengan grup nasyid Nafafira Voice kerap ikut pentas seni di sejumlah sekolah. “Saya suka menyanyi dan sering ikut festival. Sehingga ketika saya ditawari sekolah untuk bergabung dengan tim nasyid, langsung saya ambil. Memang pada awalnya kami merasa kesulitan ketika melakukan latihan pertama. Karena vocal group itu perpaduan jenis suara yang berbeda dijadikan satu,” kata Alvina.

Alvina tak menyangka, tim yang digawanginya tersebut justru mampu menyingkirkan peserta lain yang notabene memiliki persiapan lebih matang. Beberapa tim, katanya, bahkan mempersiapkan sejak dua tahun lalu. Selain itu, hampir di setiap daerah di Indonesia mengirimkan 2 tim dalam lomba tersebut. Namun pada akhirnya berhasil disingkirkan oleh penampilan Nafafira Voice.

Persiapan 10 hari, menurut Alvina, sangatlah mepet. Keempat gadis cantik ini harus rela pulang hingga sore, bahkan hingga malam hari untuk berlatih. “Peserta lain yang datang dari berbagai daerah memiliki kemampuan yang bagus-bagus. Sempat deg-degan, tapi kami tetap optimistis, meski waktu persiapan kami sangat mepet,” ujarnya.

Nafafira Voice sendiri maju ke tingkat nasional untuk mewakili Kantor Kemenag Jateng. Kelompok nasyid ini terbentuk setelah SMAN 2 ditunjuk oleh Kantor Kemenag Jateng untuk mewakili Provinsi Jateng di tingkat nasional. “Saat itu, saya dan tiga teman dipanggil bergabung menjadi satu tim nasyid untuk mengikuti lomba tersebut. Jadi, semua serba dadakan,” ucapnya.

Alvina mengaku bangga atas prestasi yang diraih. Apalagi dirinya selama ini belum pernah tampil menyanyikan lagu-lagu nasyid. “Basic kami adalah solo vokal dan alirannya pop. Kemudian diminta berlatih dan menyanyikan lagu nasyid. Dengan hasil yang sudah kami dapat, tentu kami merasa bangga, orang tua bangga, guru bangga, dan sekolah juga bangga,” paparnya.

Sadaria, guru pendamping tim tersebut juga bangga atas prestasi yang diperoleh anak didiknya. “Bagaimana tidak, persiapan latihan di sini (Semarang) cuma tujuh hari, kemudian ditambah latihan untuk persiapan di sana (Bekasi/tempat diselenggarakan even) tiga hari, hasilnya tidak mengecewakan,” tuturnya.

Dia menambahkan, even yang digelar Kantor Kemenag itu merupakan even dua tahunan. Rencananya, pada tahun berikutnya, pihaknya akan menyiapkan tim yang sama meski beberapa personel harus ada regenerasi.

“Yang dua ini paling tidak pada even berikutnya kan sudah lulus. Ya, harus cari lagi adik kelasnya. Pada lomba kemarin, juara I diraih tim dari Gorontalo, juara II dari tim kami, dan juara III diraih tim dari Sulawesi Selatan,” ungkapnya. (*/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -