Nur Jatmiko Siap Benahi Distribusi Pupuk

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PENYULUHAN PERTANIAN: Calon Bupati Semarang, Nur Jatmiko sedang memberikan penyuluhan kepada para petani di Kecamatan Banyubiru. (DOKUMEN)
PENYULUHAN PERTANIAN: Calon Bupati Semarang, Nur Jatmiko sedang memberikan penyuluhan kepada para petani di Kecamatan Banyubiru. (DOKUMEN)

BANYUBIRU- Sejumlah petani di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang mengeluh sulitnya untuk membasmi hama tikus dan sundep yang berimbas pada rendahnya hasil panen. Selain itu, juga terkait sulitnya mendapatkan pupuk. Keluhan tersebut disampaikan kepada Calon Bupati Semarang Nur Jatmiko, kemarin saat melakukan penyuluhan pertanian kepada puluhan petani di Kecamatan Banyubiru.

Nur Jatmiko yang dikenal sebagai praktisi pertanian memberikan penjelasan praktis tentang cara menanam padi dengan biaya produksi yang rendah, tapi hasilnya maksimal. Sehingga petani akan lebih sejahtera dari sekarang. Termasuk upaya memangkas birokrasi mendapatkan pupuk, dan memperbaiki tata niaga komoditas pertanian.

Ketua Kelompok Tani Sami Asih, Syahroni, 37, mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten Semarang belum bisa mengakomodasi pupuk bagi seluruh petani. Hanya kelompok-kelompok yang sudah terdaftar saja yang mendapatkan pupuk. Padahal masih banyak petani-petani di luar kelompok tani maupun dalam kelompok tani, tetapi belum terakomodasi. “Lalu apa langkah Bapaku Nur Jatmiko mengatasi semua ini?” tanya Shahroni saat diskusi pertanian dengan Nur Jatmiko, Rabu (19/8) kemarin.

Calon Bupati Semarang yang dikenal sebagai Bapak Penggerek Ekonomi Pedesaan tersebut mengatakan, petani bisa sejahtera jika biaya produksinya murah. Untuk itu, kata dia, harus ada penyuluhan cara praktis bertani, kemudahan mendapatkan pupuk, serta tata niaga pertanian yang baik.

“Saya lihat saat ini dinas masih kurang dalam memberikan bimbingan nyata bagi petani. Termasuk masalah pupuk yang masih dikeluhkan petani. Kalau menurut saya, masalah pupuk nantinya dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) dan desa saja. Jadi, semua petani kebagian pupuk, tidak usah direpotkan lagi dengan surat dan proposal-proposal,” kata Nur Jatmiko yang didampingi tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Mas’ud Ridwan akan maju dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

Pria yang juga dikenal sebagai kontraktor di ibukota Jakarta tersebut mengatakan, untuk menjadikan petani sejahtera, pihaknya akan berupaya mengaktifkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dapat memberikan permodalan dan membeli komoditas pertanian. Sehingga petani tidak perlu khawatir kurang modal. Sebab, bisa mengajukan pinjaman di KUD. Selain itu, petani tidak kebingungan menjual hasil pertaniannya, karena sudah pasti dibeli oleh KUD dan BUMD.

“Kalau produksinya sudah beres, pemasarannya juga harus dibantu agar dapat terserap di pasar dengan harga yang bagus. Sehingga kesejahteraan petani akan membaik. Model pemberdayaan seperti ini akan kita bangun,” tandas Nur Jatmiko.

Puluhan petani di Banyubiru tersebut menyampaikan ide-ide dan gagasan kepada “Bapaku Nur Jatmiko” tentang pertanian, pengelolaan pupuk dan tata niaga pertanian cukup bagus dan dapat diterapkan. Sehingga petani di Banyubiru mendukung Nur Jatmiko agar dapat membawa perubahan baru bagi kesejahteraan petani.

“Kami berharap pada calon pemimpin Kabupaten Semarang, Bapaku Nur Jatmiko dapat membawa perubahan baru bagi pertanian kita. Terutama dalam memberikan penyuluhan pertanian dan kemudahan mengakses sarana pertanian. Sehingga kami dapat mengatasi kendala pertanian seperti yang kami rasakan saat ini,” tutur anggota kelompok tani Sami Asih, Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Moh. Yani, 41. (tim/adv/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -